fsbds - Ular Berbisa Satroni Rumah Warga di Semarang

Ngeri! Berbagai Jenis Ular Berbisa Satroni Rumah Warga di Semarang

Ular Berbisa Satroni Rumah Warga di Semarang – Kemunculan ular saat musim penghujan di permukiman warga kerap terjadi saat musim penghujan. Tak hanya di daerah yang dekat dengan area persawahan atau perkebunan, ular juga kerap muncul di permukiman warga perkotaan. Berbagai jenis ular berbisa meneror warga Kota Semarang, Jawa Tengah akhir-akhir ini.

Yang membuat cemas, ular-ular mematikan itu masuk ke dalam rumah warga. Diungkapkan oleh APK IDNPlay Poker Pasukan Pengaman Satwa (Paspanwa) Semarangker, pihaknya telah menerima laporan terdapat 32 rumah warga yang tersebar di 16 kecamatan kedatangan ular berbisa.

Belasan rumah warga bahkan sudah disatroni ular berbisa

Menurut Slamet, terdapat 12 warga yang menemukan ular masuk ke dalam rumahnya. Bahkan, masih ada 20 warga yang melaporkan memergoki ular masuk ke halaman rumah.

“Jumlah laporan gangguan ular yang kita terima dari 32 warga. Itu terjadi selama kemarau beberapa bulan yang lalu,” jelasnya.

Pihaknya menekankan, setiap ular yang berhasil ditangkap biasanya dilepaskan kembali ke habitat asalnya. Langkah ini sebagai edukasi bagi warga untuk saling menjaga ekosistem satwa liar, sekaligus mengamankan lingkungan rumahnya.

Berbagai jenis ular berhasil ditangkap di antaranya kobra dan ular piton

Koordinator Paspanwa Semarangker Slamet Wisnu Aji mengatakan, ular berbisa tersebut ditemukan di rumah warga di kawasan Tlogosari, Meteseh, Tembalang, Mijen, dan Semarang Barat.

“Dari laporan warga, kita berhasil menangkap ular hijau ekor merah, ular tikus, ular cicak sampai ada rekan kita yang menangkap kobra sepanjang 1,5 meter dan ular piton,” kata Slamet.

Menangkap ular butuh keahlian khusus, tapi warga tidak perlu panik

Ketua Semarangker Pamuji Yuono meminta masyarakat tidak panik saat melihat ular, baik yang ada di luar maupun dalam rumah.

Jika menemukan ular berbisa dia meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihaknya untuk mengantisipasi kejadian terburuk.

“Kalau tidak bisa menjinakkan ular, ada baiknya lapor ke kami. Biar kami yang mengatasinya. Karena menangkap ular punya trik khusus agar tidak kena gigitannya,” ujar Pamuji.