Tiongkok Larang Masuk Warga - Tiongkok Larang Masuk Warga

Tiongkok Larang Masuk Warga dari Negara Punya Kasus COVID-19 Tinggi

Tiongkok Larang Masuk Warga – Pemerintah China mengeluarkan larangan sementara bagi warga dari delapan negara di Eropa dan Asia yang masih mencatat kasus infeksi virus corona. Warga non-China dari delapan negara tersebut termasuk Rusia, Prancis, Italia, Inggris, Belgia, Filipina, India, dan Bangladesh.

Pemerintah Tiongkok memberlakukan larangan masuk sementara waktu bagi warga asing yang datang dari negara dengan kasus COVID-19 yang tinggi. Di dalam aturan baru itu, warga yang dilarang datang dari negara Inggris, Prancis, Belgia, Bangladesh, India, dan Filipina. Kebijakan ironis, karena Tiongkok diyakini adalah negara pertama di mana virus Sars-CoV-2 muncul.

Laman acelaw.net melaporkan Deposit Poker Pakai Pulsa larangan berkunjung ke Negeri Tirai Bambu tertulis di situs resmi Kedutaan Tiongkok di India. Di sana tertulis, warga India yang sudah memiliki visa yang valid atau memiliki izin tinggal, juga untuk sementara waktu dilarang menjejakkan kaki di Negeri Tirai Bambu.

Sumber di pemerintah India menyebut larangan masuk sementara waktu itu tidak hanya berlaku bagi warga India. Namun, anehnya, Amerika Serikat tidak masuk ke dalam daftar warga yang dilarang masuk ke Tiongkok.

“Karena pandemik COVID-19, maka diumumkan pemerintah Tiongkok telah memutuskan untuk menghentikan akses masuk sementara waktu warga India pemegang visa yang valid atau izin tinggal permanen,” demikian keterangan tertulis di situs resmi Kedutaan Tiongkok di New Delhi.

“Kedutaan atau Konsulat Jenderal Tiongkok di India tidak akan membubuhkan cap formulir yang menyatakan kondisi kesehatan bagi pemegang visa dengan kategori tersebut tadi,” kata mereka lagi.

Apakah ini berarti WNI juga tidak bisa berkunjung ke Tiongkok?

Tiongkok tetap memberi akses bagi warga asing dengan tujuan kemanusiaan

Sementara, pengumuman di Kedutaan Tiongkok di India juga menyebut warga asing yang memegang paspor diplomatik, dinas, dan visa C tetap dibolehkan masuk. “Warga asing dengan keperluan kemanusiaan atau darurat tetap bisa mengajukan izin visa ke Kedutaan atau Konsulat Jenderal di India. Akses masuk visa yang diberikan usai tanggal 3 November 2020 tetap dibolehkan masuk,” demikian isi pengumuman itu.

Pemerintah Tiongkok juga menggarisbawahi mereka akan terus melakukan penyesuaian dan pembaruan informasi terkait situasi pandemik COVID-19. Sumber di Pemerintah India menyebut Tiongkok memberlakukan kebijakan tersebut karena khawatir dengan peningkatan kasus COVID-19 di beberapa negara. Salah satunya dipicu musim gugur dan dingin di bagian utara Hemisphere.

“Pemerintah India terus berkomuniksi dengan pihak Tiongkok untuk memfasilitasi kepergian yang sifatnya mendesak dan dibutuhkan warga India dari dan menuju ke Tiongkok,” ungkap sumber di Pemerintah India.

WNI bisa berkunjung ke Tiongkok hanya untuk kepentingan bisnis dan dinas

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada 22 Oktober 2020 lalu mengatakan bahwa pemerintah sudah punya pengaturan kunjungan bagi WNI dengan empat negara di tengah pandemik, yaitu Tiongkok, Uni Emirat Arab, Singapura, dan Korea Selatan. Pengaturan itu disebut Travel Corridor Arrangement (TCA).

Namun, WNI yang ingin berkunjung ke Negeri Tirai Bambu menggunakan kesepakatan TCA harus memiliki tujuan untuk bisnis dan dinas yang mendesak. Sementara, Tiongkok dan Indonesia juga belum membuka akses bagi turis yang ingin melancong. Menurut data dari pejabat di Kemlu, TCA Indonesia dan Tiongkok sudah mulai berlaku sejak 25 Agustus 2020.

Selain menunjukkan hasil tes COVID-19 negatif, WNI yang berkunjung ke Negeri Tirai Bambu untuk kepentingan bisnis dan dinas juga harus menjalani karantina selama 14 hari. Kasus COVID-19 di Indonesia memasuki bulan ke-8 pandemik terus bertambah.

Kementerian Kesehatan pada Sabtu merilis data 433.836 orang di Tanah Air sudah terpapar COVID-19. Per hari ini, masih terdapat tambahan 4.262 kasus baru. Sebanyak 14.540 pasien meninggal dan 364.417 orang berhasil sembuh.

Tiongkok jadi negara pertama yang melaporkan kemunculan COVID-19 dan berhasil mengendalikan pandemik

Kasus COVID-19 pertama dilaporkan muncul di Kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019 lalu. Pemerintah Negeri Tirai Bambu kemudian mengambil kebijakan ekstrim dengan melakukan karantina wilayah total selama 75 hari terhadap penduduk di Wuhan.

Namun, seiring dengan berlalunya waktu, Tiongkok berhasil mengendalikan pandemik COVID-19. Data yang dikutip dari Universitas John Hopkins. Tiongkok melaporkan terdapat 91 ribu kasus COVID-19 dan kurang dari 5.000 warga yang meninggal. Angka ini sempat menjadi tanda tanya bagi publik. Bahkan, kini penyebaran COVID-19 di Indonesia jauh lebih ganas dibandingkan Tiongkok yang dulu sempat jadi episentrum pandemik.

Tiongkok juga tak lagi memberlakukan kebijakan lockdown untuk mengendalikan pandemik. Saat kasus COVID-19 kembali muncul di Wuhan, otoritas setempat memberlakukan tes massal terhadap semua penduduknya. Hasilnya, 11 juta warga Wuhan telah dites dan membutuhkan waktu hanya 10 hari.