sulawesi tenggara

Warga di Sulawesi Tewas Diterkam Buaya - Warga di Sulawesi Tewas Diterkam Buaya

Warga di Sulawesi Tewas Diterkam Buaya

Lagi, Warga di Sulawesi Tenggara Tewas Diterkam Buaya

Warga di Sulawesi Tewas Diterkam Buaya – Dua orang warga di Kabupaten Konawe Utara , Provinsi Sulawesi Tenggara tewas diterkam buaya. Saat ditemukan oleh tim pencarian, satu korban sudah tewas dalam kondisi tubuh yang tak lagi utuh. Perempuan bernama Ema warga Desa Puusuli, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara, yang dilaporkan hilang pada Jumat pagi, telah ditemukan pada pukul 16.20 Wita.

Tim gabungan Basarnas Kendari mendapat laporan dari keluarga korban pada pukul 11.45 Wita. Menurut keluarga, Ema diduga diterkam buaya ketika sedang mencari kerang di Sungai Lasolo.

Saat laporan diterima, keluarga korban dan Sbobet Deposit Pulsa 10000 masyarakat sekitar langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, namun hasilnya nihil. Basarnas Kendari mengerahkan rescue car dan satu unit rubber boat dalam proses pencarian korban.

Pada hari yang sama, tim rescue BKSDA Sultra di Konawe mengevakuasi seekor buaya

Teror buaya pada penduduk rupanya tak hanya terjadi di Konawe Utara. Pada hari yang sama, tim rescue Balai Konservasi Sumber Daya Alam juga mengevakuasi seekor buaya muara yang masuk jaring seorang nelayang di Desa Wawobungi, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sultra La Ode Kaida menuturkan buaya muara (Cocodylus Porosus) dengan panjang 1,9 meter tersebut diketahui memasuki jaring seorang warga pada pukul 8.00 Wita.

“Ukuran buaya itu panjang 1,9 meter kurang lebih 25 cm. Buaya tersebut diserahkan ke BKSDA Sultra pada pukul 15.00 Wita oleh warga setempat bernama Abu Kasim,” ujar dia.

Tim rescue Basarnas Kendari menemukan korban diterkam buaya di Konawe Utara pada Jumat sore

Usai menerima laporan, Basarnas Kendari langsung menuju tempat kejadian yang berjarak 110 km. Kepala Basarnas Kendari Djunaidi menyebut perempuan berusia 40 tahun itu ditemukan tidak utuh, dan langsung dievakuasi menuju RSUD Konawe Utara. Rumah sakit lalu menyerahkan jenazah korban ke keluarganya.

“Usai menyerahkan bagian tubuh korban ke pada keluarga, maka pencarian untuk sementara dihentikan pada pukul 18.00 Wita, demi keselamatan tim rescue yang melakukan pencarian, dan akan dilanjutkan esok hari,” ujar Djunaidi, seperti dilansir kantor berita acelaw.net.

Buaya yang dievakuasi langsung dibawa ke kantor BKSDA Sultra di Kota Kendari

La Ode menjelaskan berdasarkan keterangan salah satu warga setempat yang membantu proses evakuasi. Terdapat sarang buaya muara yang berada tak jauh dari Desa Wawobungi, tepatnya di Desa Waworaha, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

“Buaya ini akan dibawa ke kantor BKSDA Sultra dulu, lalu dibawa ke penangkaran buaya,” kata dia. Pada Kamis, warga Desa Bendewuta bernama Rugaya (48) di Sungai Sabandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe, juga tewas akibat diterkam buaya.

Pekerja RI Meski Ada Penolakan

Pekerja RI Meski Ada Penolakan

Pekerja RI Meski Ada Penolakan

Pekerja RI Meski Ada Penolakan – Pengiriman 500 tenaga kerja China ke proyek pembangunan fasilitas pemurnian nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara. Pasalnya, dikeluarkan dari masyarakat pada saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara sudah mengizinkan tenaga kerja China masuk.

Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia pun mengeluarkan suara membeberkan alasan memperjanjikan 500 tenaga kerja Tiongkok ke Sulawesi Tenggara saat ada aksi penolakan.

TKA yang akan datang ke Tanah Air harus dinyatakan sehat. Mereka juga harus melewati masa karantina di negara asal selama 14 hari dan berikutnya 14 hari setelah tiba di Indonesia.

“Kemnaker akan mengadakan pertemuan mereka dengan Timpora, Tim Pengawasan Orang Asing, untuk melakukan pengawasan kelengkapan dokumen kesehatan dan dokumen imigrasi mereka,” jelasnya.

Apa aja alasannya?

Pertama

Para pekerja-pekerja ini dipastikan bebas dari virus Corona, sementara Cina Diperkirakan sebagai episentrum awal virus ini.

Kedua

Perusahaan Cina akan menyetujui semua aturan yang berlaku di Indonesia.

Ketiga

Para pekerja ini merupakan tenaga teknis dengan kontrak kerja sementara.

“Sebelum datangnya, mereka akan menjalani tes COVID-19 dan memiliki sertifikat kesehatan. Kelompok ini merupakan pekerja teknik, dalam jangka waktu beberapa tahun.

Tiongkok akan membahas tentang aturan di Indonesia, “ujar Konselor Bidang Ekonomi dan Bisnis Kedubes China untuk Indonesia, Wang Liping dalam konferensi video bersama debat, Rabu.

Keempat

Para tenaga kerja ini didatangkan secara bertahap ke Indonesia, setiap perjalanan juga akan didampingi tenaga medis.

Kelima

Sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat maupun daerah. “Diketahui pekerja Tiongkok harus pemerintah pusat dan pemerintah daerah di industri di Sulawesi. Mereka akan datang secara bertahap dalam waktu dekat, dan akan datang didampingi staf medis,” terang Wang.

Wang meminta masyarakat di Indonesia tidak perlu khawatir tentang perusahaan tempat kerja ini meminta izin ketat menghindari virus Corona. Dia akan menjawab pekerja akan mengumumkan bersih dari virus Corona.

Sebelum terbang ke Indonesia, para pekerja akan ditransfer COVID-19, mereka juga akan melindungi dirinya selama perjalanan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Mungkin ada teman-teman yang khawatir terhadap masalah orang dari luar negeri, yang ingin saya sampaikan perusahaan Tiongkok memiliki serap pengalaman lawan pandemi yang sukses.

Sebelum masuk ke Indonesia, mereka juga akan melakukan tes COVID-19, dan melindungi diri sendiri selama perjalanan melepaskan virus. Maka teman-teman bisa lega hati, “papar Wang.