protokol kesehatan

Pasar Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Pasar Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Pasar Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Pasar Sudah Terapkan Protokol Kesehatan – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menerapkan kebijakan penutupan pasar per zona jika menemukan pedagang yang terpapar positif virus corona. Penutupan tidak akan dilaksanakan secara keseluruhan di satu pasar.

Sebelumnya, PD Pasar Jaya menerapkan kebijakan penutupan seluruh area pasar selama tiga hari jika ditemukan ada pedagang pasar positif virus corona. Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan penutupan pasar per zona ini baru akan diberlakukan pada Rabu dimulai dari Pasar Tanah Abang.

“Jadi per zona. Enggak ditutup secara keseluruhan (pasar),” kata Arief di Balai Kota, Selasa.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan pasar-pasar tradisional di Ibu Kota telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik sesuai dengan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

“Sesuai arahan Gubernur, saya melakukan pengecekan memastikan pasar merupakan unit kegiatan yang harus melaksanakan PSBB masa transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif,” kata Riza usai mengecek Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu.

Arief mengatakan, Pasar Tanah Abang menjadi yang pertama menerapkan kebijakan ini. Pasalnya, baru-baru ini ditemukan enam orang positif virus corona.

Ia menjelaskan, dari enam orang itu, hanya dua pedagang yang positif corona dari Blok A dan Blok B. Sementara, empat orang lainnya merupakan karyawan swasta dan karyawan Pasar Tanah Abang.

Menurut Arief, penutupan secara zonasi di pasar ini juga mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi di Jakarta setelah terdampak pandemi.

“Karena kami kan tetap harus melakukannya dengan logic, setelah melihat indikasi-indikasi, memperkuat protap Covid, kami juga ingin supaya pertumbuhan ekonomi berjalan. Jadi antara kesehatan dan ekonomi bisa diseimbangkan,” tutur Arief.

Riza didampingi Direktur Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin, Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin beserta jajaran berkeliling mengecek penerapan protokol kesehatan di Pasar Palmerah.

Menurut Riza, dari hasil pengecekan yang dilakukannya menunjukkan Pasar Palmerah telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan baik seperti pedagang dan pengunjung wajib memakai masker, bahkan ada yang memakai pelindung wajah (face shield), tersedia tempat pencuci tangan, dan markah untuk menjaga jarak fisik.

“‘Traffic flow di dalam pasar dibuat satu arah agar tidak saling bersinggungan, kemudian pedagang dan pengunjung semuanya sudah menggunakan masker maupun face shield’,” kata Riza seperti dikutip Antara.

Riza mengapresiasi kedisiplinan pedagang Pasar Palmerah untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Beberapa pedagang yang sempat berbincang dengannya mengatakan akan menolak melayani pembeli yang tidak menggunakan masker.

“Terima kasih kepada pedagang yang membantu kita semua untuk menyosialisasikan dan mengingatkan kepada warga untuk senantiasa menggunakan masker dan jaga jarak,” kata Riza.

Dia berharap kepatuhan para pedagang di pasar tradisional menerapkan PSBB transisi dapat menjadi contoh yang baik untuk pedagang lainnya, pengelola pasar dan juga pengunjung.

“Mudah-mudahan ini menjadi contoh yang baik bagi kita semua bagi pengelola bagi pedagang bagi pengunjung untuk senantiasa melaksanakan PSBB di masa transisi sehingga kita bisa segera keluar dari masalah ini,” ujar Riza.

Ia menjelaskan, penutupan zonasi di pasar itu merujuk toko tempat pedagang yang dinyatakan positif virus corona. Nantinya, toko-toko sekitar tempat pedagang positif tersebut juga akan ditutup.

Kendati begitu, Arief belum bisa menjelaskan secara detail soal luas area yang akan ditutup per zonasinya.

“Yang tutup tetangga-tetangganya. Itu kami lagi itung di Blok A berapa, Blok B berapa. Karena cuma dua kios yang kena,” papar dia.

Menurut Arief, meski tidak seluruh area pasar yang ditutup, pihaknya tetap akan rutin menyemprotkan cairan disinfektan. Penyemprotan dapat dilakukan pada malam hari ketika pasar tutup.

Riza mengakui sudah ada beberapa pasar tradisional yang ditutup karena ditemukan beberapa pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil uji usap yang dilakukan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Menurut dia, sudah 33 pasar yang dilakukan uji usap oleh Dinkes DKI, terdapat tujuh pasar hasilnya negatif dan 12 pasar ditemukan positif.

“Ada 79 pedagang yang terkena (Covid-19) dan sudah dilakukan isolasi mandiri. Terhadap 12 pasar yang ditemukan kasus positif sudah kita lakukan penutupan sementara,” kata Riza.

Garuda Perketat Protokol Kesehatan Corona

Garuda Perketat Protokol Kesehatan Corona

Garuda Perketat Protokol Kesehatan Corona

Garuda Perketat Protokol Kesehatan Corona – Penumpang pesawat GA 682 yang tiba di Bandara Domine Eduard Osok Sorong dari Jakarta tercatat positif terinfeksi virus Corona. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk cabang Sorong belum mengetahuinya.

Manager Garuda Indonesia cabang Sorong, Ranto Situmeang, mengatakan belum mendapat laporan dari pusat bahwa ada penumpang yang dalam dokumen kesehatan dinyatakan positif COVDI-19 naik pesawat GA 682 dari Jakarta menuju kota Sorong pada Sabtu.

“Setahu saya, di bandara, maskapai tidak melakukan pemeriksaan berkas-berkas protokol kesehatan. Itu kewenangan Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara,” kata Ranto Situmeang melalui pesan WhatsApp dilansir Antara, Senin.

Dia bilang maskapai hanya melakukan pemeriksaan tiket pesawat. Selain itu, maskapai memeriksa KTP, sesuai atau tidak dengan tiket penumpang saat boarding.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan memperketat penerapan protokol kesehatan bagi calon penumpang. Hal ini untuk mengantisipasi agar perusahaan tak kecolongan lagi dalam mengangkut penumpang yang terinfeksi virus corona.

“Pastinya, tentu lebih diperketat,” ucap Direktur Utama Irfan Setiaputra kepada CNNIndonesia.com, Senin.

Irfan menyatakan pihaknya akan memastikan protokol kesehatan dieksekusi secara maksimal oleh seluruh karyawan yang bertugas. Salah satu contohnya, petugas akan mengecek secara rinci dokumen kesehatan calon penumpang.

Sementara itu, pemeriksaan dokumen kesehatan penumpang sesuai protokol COVID-19 adalah Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan. Adapun surat rapid test dan surat pemeriksaan laboratorium tentang COVID-19 merupakan kewenangan KKP.

Koordinator KKP Bandara Domine Eduard Osok Sorong, dr Farida Tariq, yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan ada penumpang berinisial WY, siswa program Adem asal Sorong Selatan diketahui positif COVID-19 saat dilakukan pemeriksaan dokumen kesehatan.

Itu diketahui saat WY turun dari pesawat Garuda Indonesia GA 682 pada Sabtu pukul 06.20 WIT. Setelah diketahui hasil tes usap positif, ia melanjutkan, penumpang tersebut langsung dibawa ke ruang isolasi Bandara Domine Eduard Osok Sorong untuk ditangani lebih lanjut. Penumpang itu kemudian dijemput oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong untuk dikarantina.

Ia menjelaskan penumpang yang naik dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta tetap dilakukan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan. Mungkin karena banyak penumpang dan petugas kesehatan KKP di sana terbatas, sehingga petugas kewalahan melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan sehingga bisa lolos.

“Kami juga telah melakukan penyemprotan disinfektan terhadap pesawat sebelum menaikkan penumpang dari Bandara Domine Eduard Osok Sorong,” dia menambahkan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menyebut telah berkoordinasi dengan elemen terkait tentang kabar penumpang Garuda rute Jakarta-Sorong positif Corona (COVID-19).

“Sehubungan dengan informasi yang menyebutkan adanya penumpang positif COVID-19 di penerbangan Garuda Indonesia, rute Jakarta-Sorong, GA 682, pada hari Sabtu, dapat kami sampaikan bahwa Garuda Indonesia bersama-sama dengan stakeholder terkait terus melakukan koordinasi dan komunikasi intensif mengenai tindak lanjut atas kondisi tersebut guna memastikan prosedur protokol kesehatan penerbangan pada masa transisi new normal berjalan dengan optimal,” kata Irfan.

Irfan juga memastikan pesawat yang ditumpangi penumpang berinisial WY itu sudah mengikuti protokol kesehatan Corona. Dia juga mengatakan awak kabin yang bertugas saat ini sedang menjalani karantina mandiri.

“Garuda Indonesia juga telah menjalankan prosedur protokol kesehatan terhadap armada serta awak kabin yang bertugas pada penerbangan tersebut, melalui prosedur disinfeksi armada dan karantina mandiri,” dia menjelaskan.

“Kalau di Garuda Indonesia kami sudah lengkap proses protokolnya. Kami pastikan saja untuk dieksekusi maksimal,” tutur Irfan.

Ia bilang siap menambah petugas untuk mengecek dokumen calon penumpang sebelum naik pesawat. Hal itu akan disesuaikan dengan jumlah penerbangan Garuda Indonesia.

“Kalau diperlukan (tambah petugas). Itu disesuaikan dengan banyaknya penerbangan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Koordinator Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Domine Eduard Osok Sorong dr Farida Tariq mengatakan ada penumpang berinisial WY asal Sorong Selatan yang terinfeksi positif virus corona. Informasi itu diketahui saat dilakukan pemeriksaan dokumen kesehatan saat penumpang turun dari pesawat pada Sabtu lalu.