COVID-19

Hendak Tes Swab COVID 19 Warga Malah Kabur - Hendak Tes Swab COVID-19 Warga Malah Kabur

Hendak Tes Swab COVID-19 Warga Malah Kabur

Hendak Tes Swab COVID-19, Warga Petamburan Malah Kabur

Hendak Tes Swab COVID-19 Warga Malah Kabur – Kepala Penanggungjawab tim Rapid Test Biddokes Polda Metro Jaya, Ipda Rismiani menjelaskan kronologi tiga pasien terkonfirmasi reaktif Corona memilih melarikan diri saat hendak dilakukan dites ulang metode swab antigen. Polisi memang menyediakan fasilitas rapid test atau tes cepat gratis di Jalan Petamburan IV, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada November 2020.

Tes virus corona ini adalah tindak lanjut dari kasus kerumunan acara login idn poker Maulid Nabi Muhammad SAW dan akad nikah putri Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. “Kemarin itu sempat ada reaktif sekitar lima orang, tapi (saat mau) kita tes ulang lagi. Ada tiga yang meninggalkan tempat,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Kamis.

Polisi berharap masyarakat yang ada di kerumunan mau laksanakan tes usap

Yusri juga menyebutkan pihaknya akan kembali melakukan agenda tes cepat di Petamburan pada Jumat, 27 November 2020.

“Makannya ini bagian sosialisasi juga bagi warga Petamburan, bagi yang merasa pernah ada sentuhan dalam kerumunan tersebut untuk bisa sadar melakukan swab test. Karena kita mengedepankan protokol kesehatan 3M,” ujarnya.

Petugas masih mencari tiga warga yang kabur

Yusri mengatakan pihaknya masih menelusuri keberadaan tiga warga yang kabur. Polisi akan melakukan upaya persuasif untuk menghadapi kejadian ini. “Pak  Kapolda kemarin menyampaikan ini kemanusiaan, jangan sampai terjadi klaster penyebaran COVID-19,” ujar dia.

Kerumunan terjadi di beberapa tempat di DKI Jakarta

Perlu diketahui, kasus kerumunan yang melibatkan kehadiran Rizieq Shihab beberapa kali terjadi di DKI Jakarta. Sejumlah acara tersebut di antaranya Maulid Nabi Muhammad SAW dan akad nikah putri Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat, pada November 2020.

Penjemputan Rizieq di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, November 2020. Dan kerumunan acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Di Majelis Taklim dan Zikir Al-A’faf, di Tebet, Jakarta Selatan, November 2020.

Maka dari itu, Polda Metro Jaya melakukan sejumlah upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan melakukan rapid test dan penyemprotan disinfektan di wilayah yang menjadi tempat kerumunan tersebut.

Hong Kong Beri Subsidi Rp9.1 Juta - Hong Kong Beri Subsidi Rp9.1 Juta

Hong Kong Beri Subsidi Rp9.1 Juta

Hong Kong Beri Subsidi Rp9,1 Juta Bagi Warga yang Terpapar COVID-19

Hong Kong Beri Subsidi Rp9.1 Juta – Hong Kong sendiri saat ini tengah menghadapi ancaman gelombang tiga dari pandemi Covid-19. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan tes massal sukarela itu akan dilakukan selama dua pekan. Hong Kong berencana menerapkan terobosan untuk memutus rantai penularan COVID-19.

Salah satunya dengan memberi subsidi senilai HK$5.000 atau setara Rp9,1juta (kurs HK$1 = Rp1.829,93) bagi warga yang berpendapatan rendah namun dinyatakan terpapar COVID-19.  Harian Hong Kong, South China Morning Post (SCMP), Senin, rencana itu diumumkan oleh Menteri Kesehatan di sana.

Mereka tengah berupaya mengendalikan kemunculan klaster baru yang terkait di klub dansa. Klaster itu menjadi klaster terbesar kedua di Hong Kong sejak pandemik COVID-19 melanda. Pemerintah berharap dengan adanya insentif tersebut bisa meyakinkan warga yang khawatir akan kehilangan pekerjaan selama proses karantina, mau terbuka bila terpapar COVID-19. Dengan begitu warga yang dinyatakan tertular COVID-19 dan harus menjalani karantina, tak perlu khawatir akan kehilangan pendapatannya.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Download IDNPlay APK pemerintah untuk membendung gelombang keempat COVID-19 di Hong Kong. Kasus harian di Hong Kong kembal melonjak hingga 68 pada Minggu, 22 November 2020. Kemudian angka itu bertambah 46 karena terkait kasus klaster klub dansa, sehingga total kasus COVID-19 kini mencapai 80. Otoritas kesehatan di Hong Kong mengakui sulit untuk membendung kemunculan klaster baru.

Oleh sebab itu, otoritas Hong Kong untuk kali pertama mewajibkan tes COVID-19. Selain itu, semua orang yang pernah berkunjung ke klab itu sejak awal November wajib untuk diperiksa. Bagaimana cara otoritas di Hong Kong menyiasati agar subsidi itu tidak disalahgunakan oleh warga di sana?

Penasihat pemerintah Hong Kong sarankan agar subsidi diberikan secara terbatas dan harus tepat sasaran

Sementara, penasihat pemerintah Profesor Gabriel Leung, mewanti-wanti agar otoritas setempat bisa mencegah terjadinya potensi penyalahgunaan subsidi tersebut.

“(Subsidi) harus ditarget dan tepat sasaran. Bila Anda memiliki pekerjaan yang stabil dan atasan Anda bersedia memberikan izin cuti namun tetap dibayar, maka tidak ada alasan pemerintah memberikan Anda insentif tersebut,” ungkap pria yang juga Dekan di Fakultas Kedokteran Universitas Hong Kong.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Medis Hong Kong, Dr Gabriel Choi Kin, menilai instruksi agar para pengunjung klab dansa itu wajib menjalani tes usai ditemukan klaster baru, adalah langkah terlambat. Para pengunjung klab itu diminta menyerahkan hasil tes COVID-19 mereka paling lambat Selasa (24/11/2020) ke otoritas kesehatan. Bila hasil tes tidak diserahkan, maka mereka bisa dikenakan denda HK$2.000 atau setara Rp3,6 juta.

Namun, ada jeda dua hari, sejak Minggu kemarin. Ahli kesehatan khawatir selama jeda dua hari itu, para pengunjung klab dansa sudah bergerak ke beberapa tempat dan menggunakan fasilitas transportasi umum.

Kepala Rumah Sakit Universitas Hong Kong-Shenzen, Professor Lo Chung-mau menyarankan agar pemerintah menutup kembali sekolah dan membolehkan warga untuk bekerja dari rumah. “Kita harus segera melakukannya. Bukannya kita sudah sepatutnya mempertimbangkan upaya untuk membendung pandemik dengan skala yang lebih besar lagi?” tanya Lo.

Menkes Hong Kong memprioritaskan penerima subsidi adalah warga yang terpapar COVID-19

Menteri Kesehatan dan Pangan Hong Kong, Sophia Chan Siu-chee mengatakan target dari penerima bantuan subsidi ini adalah warga yang terpapar COVID-19 dan memiliki kebutuhan untuk disubsidi.

“Kami berharap dengan adanya subsidi ini dapat mendorong warga yang berpendapatan rendah dan khawatir akan kehilangan pemasukannya bila dikarantina karena mereka terpapar COVID-19, akan bersedia berterus terang dan menjalani tes,” ungkap Sophia.

Sedangkan, Wakil Menteri Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Jonathan Ho Kai-ming, agar memanfaatkan subsidi itu dengan baik. Ia mewanti-wanti agar tidak ada yang menyalahgunakan subsidi tersebut.

“Berdasarkan angka infeksi yang ada saat ini, saya pikir kebutuhan belanja mereka tidak akan terlalu tinggi. Saya pikir warga tidak akan mungkin menyalahgunakan cara agar bisa memperoleh subsidi itu. Saya berharap warga benar-benar serius memanfaatkan subsidi ini,” ungkap Jonathan.

Selain rentan disalahgunakan, seorang sumber juga menyebut tantangan lainnya yakni memastikan subsidi tersebut tepat sasaran.

“Sebagai contoh bahkan bagi warga yang setiap bulannya memperoleh pendapat HK$40 ribu (setara Rp73,2 juta), (subsidi) senilai HK$5.000 itu juga mungkin bermanfaat. Apakah Anda akan meminta warga menyediakan dokumen untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar butuh subsidi itu usai dinyatakan terpapar COVID-19?” tanya sumber tersebut.

Hong Kong tunda kebijakan air travel bubble dengan Singapura

Karena kemunculan klaster baru, otoritas di Hong Kong terpaksa menunda selama dua pekan peluncuran kesepakatan air travel bubble dengan Singapura. Dengan adanya pengaturan itu, maka warga dari Singapura atau Hong Kong bisa berkunjung untuk kepentingan wisata tanpa harus menjalani karantina mandiri.

Penundaan itu disampaikan oleh Menteri Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Hong Kong, Edward Yau, 24 jam sebelum diluncurkan secara resmi. Semula, kebijakan itu direalisasikan untuk mendongkrak perjalanan wisata dan bisnis di antara kedua area. Baik Hong Kong dan Singapura dianggap sudah berhasil mengendalikan pandemik COVID-19.

Meski tidak diwajibkan untuk menjalani karantina mandiri, tetapi bagi warga kedua area tetap harus mengikuti serangkaian persyaratan. Stasiun berita CNN melaporkan syarat pertama, warga harus menjalani tes COVID-19 dan dinyatakan negatif. Kedua, warga tidak boleh melakukan perjalanan ke manapun dalam 14 hari terakhir.

Penerbangan yang tersedia pun masih dibatasi. Per harinya hanya dibolehkan adanya satu penerbangan menuju ke satu kota. Di dalam penerbangan itu maksimal jumlah penumpang adalah 200 orang. Bila berhasil, maka frekuensi penerbangan ditingkatkan menjadi dua kali dalam sehari.

Malaysia Dorong Warga Melancong ke Singapura - Malaysia Dorong Warga Melancong ke Singapura

Malaysia Dorong Warga Melancong ke Singapura

Badan Pariwisata Malaysia Dorong Warga Melancong ke Singapura

Malaysia Dorong Warga Melancong ke Singapura – Kepadatan orang dan kendaraan terjadi di Johor Baru, perlintasan antara Malaysia dan Singapura. Di tengah kondisi pandemik COVID-19 yang berdampak cukup parah ke sektor pariwisata, iklan yang dirilis oleh Badan Pariwisata Negeri Jiran, Tourism Malaysia, viral dan menjadi perbincangan di media sosial.

Tourism Malaysia secara terang-terangan mendorong agar warga juga melancong ke Singapura. Meski hal tersebut sulit direalisasikan lantaran Negeri Singa masih membatasi diri menerima pendatang asing.

Stasiun berita Channel News Asia, Kamis melaporkan, badan pariwisata Malaysia itu terinspirasi dari iklan serupa yang pernah dibuat oleh Burger King di Inggris pada awal bulan ini, kemudian viral di media sosial. Iklan Tourism Malaysia itu diunggah ke Facebook pada Rabu lalu dan mengajak warga download idn poker apk berlibur ke Singapura.

“Seperti Burger King yang tidak pernah menduga bahwa mereka akan mempromosikan Big Mac, kami juga tidak pernah menduga akan meminta Anda melakukan ini. Kami tidak akan pernah membayangkan untuk mendorong Anda menghabiskan waktu berlibur di Singapura, tetapi kolega kami di industri pariwisata bisa didukung saat ini,” demikian bunyi iklan yang viral tersebut.

Apakah iklan itu ditanggapi oleh Badan Pariwisata Singapura? Berapa banyak penurunan turis yang dialami oleh Negeri Singa dan Malaysia akibat pandemik COVID-19?

Turis mancanegara yang datang ke Singapura turun hingga 43,2 persen di kuartal pertama 2020

Pandemik COVID-19 telah mempengaruhi kebijakan Pemerintah Negeri Singa dalam menerima pendatang asing. Mereka sempat menutup pintu kedatangan internasional di Bandara Changi. Meski sekarang, Negeri Singa sudah membolehkan turis dari empat negara kembali menjejakkan kaki yaitu Australia, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Selandia Baru.

Terbaru, Negeri Singa juga sudah berhasil menjalin kesepakatan travel bubble bagi warga Hong Kong. Dengan kesepakatan ini, warga dari kedua negara sudah bisa saling kunjungi untuk kepentingan pariwisata.

Selama pandemik COVID-19, industri pariwisata di Negeri Singa terpukul sangat keras. Harian Singapura, The Straits Times, 17 Juli 2020 melaporkan, jumlah kedatangan turis internasional menurun 43,2 persen dan 39 persen.

Data yang dilaporkan oleh Badan Pariwisata Singapura (STB) artinya bernilai 2,7 juta turis turun dalam tiga bulan pertama, dan potensi pemasukan 4 miliar dolar Singapura pun turut lenyap.

Pada Januari 2020, jumlah turis asing yang datang mencapai 1,69 juta. Bahkan, angka itu mengalami kenaikan bila dibandingkan pada Januari 2019 lalu yang mencapai 1,62 juta.

Tetapi, jumlah turis asing langsung anjlok ke angka 730 ribu dan 240 ribu di Februari dan Maret 2020.

Badan Pariwisata Singapura ucapkan terima kasih atas dukungan Malaysia

Sementara itu, Badan Pariwisata Singapura cepat merespons iklan itu di media sosial. Laman “The Visit Singapore” mengomentari iklan itu dengan mengucapkan terima kasih.

“Terima kasih untuk cintanya, Tourism Malaysia. Kami juga memikirkan kalian. Semoga tetap sehat dan aman (ditulis dari pantai berpasir di Sentosa sambil mengingat-ingat waktu yang menyenangkan di Pulau Redang),” demikian tulis Badan Pariwisata Singapura.

Pernyataan itu kembali direspons oleh Badan Pariwisata Malaysia. Mereka menggunakan emoji berupa hati, bendera Malaysia dan bendera Singapura.

Unggahan oleh Badan Pariwisata Malaysia itu langsung viral dan memicu lebih dari 2.300 komentar dan sudah dibagikan ulang lebih dari 2.000 kali. Selain itu, iklan tersebut turut memicu komentar yang positif dari warganet. Banyak yang berkomentar mereka sudah tak sabar untuk berlibur ke Singapura di masa mendatang.

“Kalian tenang saja, kami sudah menanti untuk bisa mengunjungi JB (Johor Bahru), Melaka, Kuala Lumpur, dan kota-kota lainnya,” tulis salah satu pembaca.

Malaysia menutup pintunya untuk turis asing hingga akhir 2020

Penurunan turis asing juga dirasakan oleh Malaysia. Apalagi pada September 2020 lalu, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin sudah mengumumkan pintu bagi turis asing masih tertutup hingga akhir 2020.

Hal itu lantaran terjadi tren kenaikan kasus COVID-19 secara global. Selain itu, di dalam negeri sendiri ditemukan kenaikan klaster, meski saat ini kondisinya terkendali.

 

Tiongkok Larang Masuk Warga - Tiongkok Larang Masuk Warga

Tiongkok Larang Masuk Warga

Tiongkok Larang Masuk Warga dari Negara Punya Kasus COVID-19 Tinggi

Tiongkok Larang Masuk Warga – Pemerintah China mengeluarkan larangan sementara bagi warga dari delapan negara di Eropa dan Asia yang masih mencatat kasus infeksi virus corona. Warga non-China dari delapan negara tersebut termasuk Rusia, Prancis, Italia, Inggris, Belgia, Filipina, India, dan Bangladesh.

Pemerintah Tiongkok memberlakukan larangan masuk sementara waktu bagi warga asing yang datang dari negara dengan kasus COVID-19 yang tinggi. Di dalam aturan baru itu, warga yang dilarang datang dari negara Inggris, Prancis, Belgia, Bangladesh, India, dan Filipina. Kebijakan ironis, karena Tiongkok diyakini adalah negara pertama di mana virus Sars-CoV-2 muncul.

Laman acelaw.net melaporkan Deposit Poker Pakai Pulsa larangan berkunjung ke Negeri Tirai Bambu tertulis di situs resmi Kedutaan Tiongkok di India. Di sana tertulis, warga India yang sudah memiliki visa yang valid atau memiliki izin tinggal, juga untuk sementara waktu dilarang menjejakkan kaki di Negeri Tirai Bambu.

Sumber di pemerintah India menyebut larangan masuk sementara waktu itu tidak hanya berlaku bagi warga India. Namun, anehnya, Amerika Serikat tidak masuk ke dalam daftar warga yang dilarang masuk ke Tiongkok.

“Karena pandemik COVID-19, maka diumumkan pemerintah Tiongkok telah memutuskan untuk menghentikan akses masuk sementara waktu warga India pemegang visa yang valid atau izin tinggal permanen,” demikian keterangan tertulis di situs resmi Kedutaan Tiongkok di New Delhi.

“Kedutaan atau Konsulat Jenderal Tiongkok di India tidak akan membubuhkan cap formulir yang menyatakan kondisi kesehatan bagi pemegang visa dengan kategori tersebut tadi,” kata mereka lagi.

Apakah ini berarti WNI juga tidak bisa berkunjung ke Tiongkok?

Tiongkok tetap memberi akses bagi warga asing dengan tujuan kemanusiaan

Sementara, pengumuman di Kedutaan Tiongkok di India juga menyebut warga asing yang memegang paspor diplomatik, dinas, dan visa C tetap dibolehkan masuk. “Warga asing dengan keperluan kemanusiaan atau darurat tetap bisa mengajukan izin visa ke Kedutaan atau Konsulat Jenderal di India. Akses masuk visa yang diberikan usai tanggal 3 November 2020 tetap dibolehkan masuk,” demikian isi pengumuman itu.

Pemerintah Tiongkok juga menggarisbawahi mereka akan terus melakukan penyesuaian dan pembaruan informasi terkait situasi pandemik COVID-19. Sumber di Pemerintah India menyebut Tiongkok memberlakukan kebijakan tersebut karena khawatir dengan peningkatan kasus COVID-19 di beberapa negara. Salah satunya dipicu musim gugur dan dingin di bagian utara Hemisphere.

“Pemerintah India terus berkomuniksi dengan pihak Tiongkok untuk memfasilitasi kepergian yang sifatnya mendesak dan dibutuhkan warga India dari dan menuju ke Tiongkok,” ungkap sumber di Pemerintah India.

WNI bisa berkunjung ke Tiongkok hanya untuk kepentingan bisnis dan dinas

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada 22 Oktober 2020 lalu mengatakan bahwa pemerintah sudah punya pengaturan kunjungan bagi WNI dengan empat negara di tengah pandemik, yaitu Tiongkok, Uni Emirat Arab, Singapura, dan Korea Selatan. Pengaturan itu disebut Travel Corridor Arrangement (TCA).

Namun, WNI yang ingin berkunjung ke Negeri Tirai Bambu menggunakan kesepakatan TCA harus memiliki tujuan untuk bisnis dan dinas yang mendesak. Sementara, Tiongkok dan Indonesia juga belum membuka akses bagi turis yang ingin melancong. Menurut data dari pejabat di Kemlu, TCA Indonesia dan Tiongkok sudah mulai berlaku sejak 25 Agustus 2020.

Selain menunjukkan hasil tes COVID-19 negatif, WNI yang berkunjung ke Negeri Tirai Bambu untuk kepentingan bisnis dan dinas juga harus menjalani karantina selama 14 hari. Kasus COVID-19 di Indonesia memasuki bulan ke-8 pandemik terus bertambah.

Kementerian Kesehatan pada Sabtu merilis data 433.836 orang di Tanah Air sudah terpapar COVID-19. Per hari ini, masih terdapat tambahan 4.262 kasus baru. Sebanyak 14.540 pasien meninggal dan 364.417 orang berhasil sembuh.

Tiongkok jadi negara pertama yang melaporkan kemunculan COVID-19 dan berhasil mengendalikan pandemik

Kasus COVID-19 pertama dilaporkan muncul di Kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019 lalu. Pemerintah Negeri Tirai Bambu kemudian mengambil kebijakan ekstrim dengan melakukan karantina wilayah total selama 75 hari terhadap penduduk di Wuhan.

Namun, seiring dengan berlalunya waktu, Tiongkok berhasil mengendalikan pandemik COVID-19. Data yang dikutip dari Universitas John Hopkins. Tiongkok melaporkan terdapat 91 ribu kasus COVID-19 dan kurang dari 5.000 warga yang meninggal. Angka ini sempat menjadi tanda tanya bagi publik. Bahkan, kini penyebaran COVID-19 di Indonesia jauh lebih ganas dibandingkan Tiongkok yang dulu sempat jadi episentrum pandemik.

Tiongkok juga tak lagi memberlakukan kebijakan lockdown untuk mengendalikan pandemik. Saat kasus COVID-19 kembali muncul di Wuhan, otoritas setempat memberlakukan tes massal terhadap semua penduduknya. Hasilnya, 11 juta warga Wuhan telah dites dan membutuhkan waktu hanya 10 hari.

 

New Normal, Tips Aman Gelar Resepsi Pernikahan Di Tengah Pandemi

New Normal, Tips Aman Gelar Resepsi Pernikahan Di Tengah Pandemi

New Normal, Tips Aman Gelar Resepsi Pernikahan Di Tengah Pandemi

New Normal, Tips Aman Gelar Resepsi Pernikahan Di Tengah Pandemi – Pemerintah sedang mempersiapkan fase new normal atau tatanan normal baru di tengah pandemi corona.

Sejumlah pengusaha pun turut merancang strategi baru untuk menyesuaikan kehidupan new normal.

Kondisi ini membuat Gabungan Perkumpulan Penyelenggara Pernikahan Indonesia (GPPPI) terus berupaya membangkitkan geliat industri pernikahan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pernikahan Indonesia, Andie Oyong mengatakan bahwa pihaknya akan memperpanjang waktu resepsi. Resepsi akan dibagi menjadi dua sesi untuk menghindari terjadinya kerumunan. Selain itu, diantara sesi akan dilakukan penyemprotan disinfektan ke ruangan.

“Kalau dulu resepsi cukup 2 jam, sekarang teman-teman venue memberikan kesempatan durasi ditambah lagi setengah, jadi biasanya 2 jam dikasih 4 jam supaya kita bisa membatasi jumlah tamu per sesi.

Satu sesi sudah selesai nanti ada yang namanya jeda sekitar 30 menit sampai 1 jam untuk menyemprot disinfektan supaya tamu sesi dua bisa masuk dalam ruangan yang sudah aman setidaknya dari yang sesi satu,” kata Andie.

Menjaga kenyamanan dan sama-sama peduli

“Karena itu, kami mewakili bidang masing-masing, membuat rumusan protokol acara pernikahan di era new normal nanti setelah pemerintah membuka izinnya. Kami buat protokol ini, dikaji oleh anggota sesuai bidang masing-masing,” kata Gandi di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Juli 2020.

Simulasi pernikahan dengan protokol kesehatan ini melibatkan seluruh elemen yang tergabung dalam GPPPI. Terdiri dari Hastana Indonesia, Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (ASPEDI), Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI), Himpunan Ahli Tata Rias Pengantin Indonesia (Harpi Melati), Himpunan Pembawa Acara Pernikahan Indonesia (HIPAPI), dan Ikatan Pengusaha Jasa Musik Pernikahan Indonesia (HIPAMI).

“Tujuannya adalah kita menunjukkan ke masyarakat untuk nanti seandainya sudah dibuka, masyarakat mengadakan pesta pernikahan sesuai protokol yang sudah ditentukan,” ungkap Gandi.

“Protokol ini juga sudah kami sampaikan ke pemerintahan, tak hanya di Jakarta, di beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan di Jambi juga ada beberapa daerah yang sudah memberikan protokolnya ke pemerintahan,” tambahnya.

 

Hukum Jual Beli Hewan Kurban Menurut Syariah Islam

Hukum Jual Beli Hewan Kurban Menurut Syariah Islam

Hukum Jual Beli Hewan Kurban Menurut Syariah Islam

Hukum Jual Beli Hewan Kurban Menurut Syariah Islam, – Pemerintah menganjurkan umat Muslim agar membeli hewan kurban dilakukan secara daring, untuk menghindari penularan virus corona. Sementara, ada pendapat yang menyebut bahwa transaksi jual beli dalam Islam harus dilakuan secara langsung. Antara pembeli dan penjual harus bertemu langsung, serta harus ada barang yang diperjual belikan.

Bagaimana hukum pembelian hewan kurban secara daring di tengah suasana pandemik, dilarang atau diperbolehkan?

Transaksi jual beli hewan kurban boleh dilakukan secara daring

Menag mengatakan dalam kondisi pandemik seperti sekarang ini, tidak ada larangan secara syariah Islam, jika transaksi jual-beli hewan kurban dilakukan secara daring. Dalam kondisi darurat boleh dilakukan.

“Yang penting kita yakin dia tidak menipu dan kita tidak menipu,” kata Menag, yang diamini Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Abdul Halim Mahfudz, dalam acara Ngobrol Seru bertajuk Adaptasi Kebiasaan Baru di Lembaga Pendidikan Islam, Kamis.

“Semoga semua berjalan baik,” lanjut Menag.

Umat Muslim harus memperhatikan protokol kesehatan

Menag juga mengingatan ada protokol kesehatan yang harus dilakukan umat Muslim saat pemotongan hewan kurban pada Iduladha yang jatuh pada 31 Juli mendatang.

“Jaga jarak, pakai masker, bawa alat masing-masing,” kata Menag.

Selain itu, lanjut Menag, daging kurban juga diharapkan tidak dibagi di tempat pemotongan hewan kurban, namun diantarkan ke rumah masing-masing.

“Nanti kerjanya lebih banyak, tapi lebih aman, pahala lebih tinggi,” ucap Fachrul.

Menag imbau umat Islam lebih banyak berkurban di saat pandemik

Menag menyarankan umat Islam agar lebih banyak berqurban pada Hari Raya Iduladha 2020, mengingat situasi di tanah air sekarang ini masih dilanda pandemik COVID-19.

“Kita menganjurkan meskipun kurban itu tidak mesti banyak-banyakan, dalam situasi sekarang kalau bisa kurban banyak, lebih banyak lebih baik,” kata dia.

Imbauan berkurban tersebut, kata Menag, khususnya kepada umat Islam yang lebih mampu secara finansial. Tujuannya tak lain untuk membantu fakir miskin, yang tidak dipungkiri sekarang ini meningkat akibat pandemik.

“Di situasi saat ini, kami menganjurkan supaya sebanyak mungkin diberikan kepada fakir kiskin saja,” kata Fachrul.

Menag juga mengatakan kemungkinan banyak umat Islam yang tak mampu melakukan kurban tahun ini akibat pandemik.

Pabrik Unilever Tutup Sementara

Pabrik Unilever Tutup Sementara

Pabrik Unilever Tutup Sementara

Pabrik Unilever Tutup Sementara – Sebanyak 19 orang buruh pabrik perusahaan Unilever Indonesia di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat dinyatakan positif virus corona (Covid-19). Hal itu dipastikan juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah.

Menurut Alamsyah, sebanyak 19 buruh saat ini sudah menjalani perawatan intensif di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumah masing-masing. “Mereka sudah dalam perawatan rumah sakit, dan ada juga yang isolasi mandiri di rumah,” kata Alamsyah ketika dikonfirmasi.

Pabrik PT Unilever Indonesia Tbk di Cikarang ditutup sementara menyusul kasus positif covid-19 beberapa karyawan di Departemen Engineering.

“Operasional kami tangguhkan begitu mendapat kabar tersebut, untuk berfokus menerapkan berbagai langkah preventif dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan,” ucap Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso seperti dikutip dari surat resmi.

Namun, Sancoyo enggan mengungkap berapa jumlah karyawan yang dilaporkan positif covid-19 dan kapan pabrik akan kembali beroperasi kembali.

Sedangkan, pabrik tempat mereka bekerja, kata Alamsyah, yang berada di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat itu sudah ditutup sementara. Pabrik tersebut memiliki 800 karyawan. “Total karyawan 800, dan pabrik pun sudah tutup. Pabrik di Cikarang, Unilever,” jelasnya.

Alamsyah mengatakan, awal mula para buruh itu tertular virus corona karena satu buruh. Diduga buruh itu baru saja melakukan perjalanan. “Mulanya ada karyawan yang sakit satu orang. Kemudian kita tracking,” kata Alamsyah.

Dia pun mengaku saat ini tengah mendalami bagaimana satu orang buruh itu bisa tertular virus corona. “Nah tertularnya dimana ini yang lagi pendalaman. Kemungkinan abis perjalanan,” ungkapnya.

Pihaknya juga, kata Alamsyah, sudah melakukan tes swab terhadap seluruh perusahaan Unilever tersebut. Mereka, yang terkonfirmasi virus corona pun tengah menjalani perawatan maupun isolasi secara mandiri.

Pemerintah juga akan terus melakukan pelacakan dengan melakukan tes cepat terhadap sejumlah orang yang sempat kontak langsung dengan buruh yang terkonfirmasi positif corona tersebut.

Penambahan kasus baru ini menjadi babak tersendiri bagi penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi, dan ni menjadi klaster baru yang berasal dari suatu perusahaan industri.

Sebelumnya, hampir satu pekan tidak ada penambahan kasus didaerah yang memiliki kawasan industri terbesar di Indonesia. Bahkan, sebelumnya menyisakan sembilan pasien, sisanya sembuh.

“Laporan rinci sudah kami kirimkan ke Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, sedang kami koordinasikan dengan Gugus Tugas, semoga bisa (beroperasi) dalam waktu dekat,” jawabnya lewat pesan singkat.

Sancoyo juga menyebut pihaknya telah melakukan contact tracing (pelacakan) dan mewajibkan tes PCR kepada seluruh karyawan gedung sebanyak 265 orang sesuai dengan protokol kesehatan perusahaan.

Dia menegaskan protokol penanganan virus corona yang digunakan oleh Unilever Indonesia telah sesuai dengan standar Unilever Internasional yang digunakan seluruh kantor dan pabrik Unilever di 180 negara.

Sejak awal pandemi, ia bilang zonasi pada kompleks pabrik telah dilakukan. Sancoyo memastikan kompleks pabrik Unilever Cikarang memberlakukan protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat.

Ia juga memastikan penutupan sementara pabrik Unilever Indonesia di Cikarang tidak akan mempengaruhi pasokan kepada konsumen.

“Kami memahami bahwa produk kami merupakan bagian penting dalam keseharian konsumen oleh karena itu perlu kami sampaikan bahwa hal ini tidak akan mempengaruhi pasokan kepada konsumen. Stok yang ada di gudang kami maupun di gudang distributor dan pelanggan masih mencukupi,” jelasnya.

Sebagai informasi, karyawan yang dinyatakan positif covid-19 merupakan karyawan di gedung TBB pabrik Cikarang. Gedung TBB merupakan satu bagian dari kompleks pabrik Unilever Indonesia di Cikarang. Sementara, di dalam kompleks tersebut terdapat beberapa gedung, zona kerja, area produksi terpisah.

Euforia New Normal Buru-buru Buka Bisnis

Euforia New Normal, Buru-buru Buka Bisnis

Euforia New Normal, Buru-buru Buka Bisnis

Euforia New Normal, Buru-buru Buka Bisnis – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengingatkan penerapan new normal atau kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 tidak dapat dipahami sebagai euforia yang menafikkan protokol kesehatan.

Pandemik COVID-19 di Indonesia masih terus berlangsung dengan angka kasus yang fluktuatif tiap harinya. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan kurang lebih tiga bulan di sejumlah wilayah tapi belum terlihat adanya perkembangan baik yang signifikan.

Namun, di saat yang sama, hidup harus terus berjalan karena berbagai pembatasan telah membuat ekonomi terpuruk. Untuk itu, pemerintah mulai bersiap memasuki transisi menuju new normal.

Di saat Jakarta memperpanjang PSBB dengan istilah PSBB transisi, Jawa Barat, mulai memasuki masa transisi new normal dengan istilah lain. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memilih istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Topik ini dibedah dalam webinar yang digelar acelaw.net dalam rangkaian perayaan hari jadinya yang ke-6. Selama enam hari berturut-turut, acelaw.net menggelar webinar terkait berbagai aspek dalam new normal. Mengawali estafetnya, webinar acelaw.net membahas kemungkinan ‘The Great Reset’. Atau pengaturan ulang secara besar-besaran di dunia usaha dan cara Jawa Barat menjawab tantangan normal baru.

“Tidak hanya sekadar new normal–yang mungkin di Indonesia belum sepenuhnya siap kita lakukan. Tetapi sesudah pandemik itu, paradigma apa yang harus diubah di semua bidang,” kata Pemred acelaw.net Uni Lubis yang memandu webinar by acelaw.net bertajuk ‘The Great Reset: Life After Pandemic COVID-19’, Senin.

  • Berinovasi di tengah pandemik jadi tantangan bagi Jabar

Menjawab sejumlah permasalahan dalam menghadapi pandemik, Gubernur Ridwan Kamil mengatakan Jabar telah menjadi daerah COVID-19 yang terkendali. Sebab, angka reproduksi COVID-19 selama satu bulan di bawah satu persen atau tepatnya 0,72. Angka tersebut menempatkan Jabar di posisi keempat provinsi dengan kasus terendah.

“Maka masuklah kita ke new normal. Cuma saya survei di masyarakat awam new normal ini terlalu elite, maka Jawa Barat ambil istilah berbeda, AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru),” kata Kang Emil, sapaan akrabnya.

Menyambut AKB ini, sama seperti Jakarta yang mulai melonggarkan PSBB, Jabar juga akan memulainya dengan terlebih dulu membuka rumah ibadah disusul dengan membuka perkantoran dengan alasan memiliki risiko yang kecil untuk penularan COVID-19.

“Ketiga kita buka mal, retail, pertokoan. Keempat, pariwisata, dan terakhir pendidikan,” ujar Kang Emil.

Lalu bagaimana usaha Kang Emil dalam menangani COVID-19 di wilayahnya?

Dalam menangani COVID-19 ini, Kang Emil menggunakan tiga cara dengan bercermin kepada Korea Selatan. Yang memiliki jumlah penduduk hampir sama dengan Jawa Barat.

“Satu pencegahan, pelacakan dan testing, dan perawatan. Persamaan saya dan Presiden Korsel adalah sama-sama mengurusi 50 juta manusia, bedanya duit saya cuma satu persen dari duitnya Presiden Korsel. Jadi Gubernur Jabar lebih repot karna harus menyelamatkan 50 juta orang,” kata kang Emil.

Saat ini, kata Kang Emil, Jabar masih menargetkan 300.000 rapid test agar segera menemukan peta sebaran di Jabar. “Saya mengikuti standar Korsel di mana mereka punya 50 juta orang dites, 300.000 ketemu peta, kita juga sama, baru kekejar 180.000,” ujarnya.

Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi saat ini. Dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan bagi setiap pekerja yang telah memulai kembali kegiatannya di lapangan.

“Kita mulai buka itu gak langsung 100 persen, perlahan dan bertahap dan kita akan evaluasi terus dengan kata lain apa yang jalan dan apa yang tidak jalan. Ini ada proses yang harus kita lalui,” tuturnya.

Kereta Jarak Jauh Ini Tetap Beroperasi

Kereta Jarak Jauh Ini Tetap Beroperasi

Kereta Jarak Jauh Ini Tetap Beroperasi

Kereta Jarak Jauh Ini Tetap Beroperasi – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta menerapkan sejumlah persyaratan ketat bagi calon penumpang kereta api jarak jauh untuk mencegah penyebaran COVID-19 di kereta api.

Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan mulai Jumat ini kereta api jarak jauh reguler, yakni KA Serayu relasi Pasar Senen-Purwokerto sudah beroperasi kembali.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta sudah mulai menjalankan kereta api (KA) Jarak Jauh, KA Serayu relasi Stasiun Pasar Senen – Kiaracondong – Purwokerto sejak 12 Juni 2020 lalu, yang disusul dua KA Jarak Jauh lainnya pada 14 Juni 2020, yaitu KA Tegal Ekspres relasi Stasiun Pasar Senen – Tegal dan KA Bengawan relasi Stasiun Pasar Senen – Purwosari.

Sedangkan perjalanan KA Jarak Jauh lainnya masih dibatalkan hingga 31 Juli 2020 mendatang. Namun, perpanjangan pembatalan sejumlah KA Jarak Jauh keberangkatan dari Daop 1 Jakarta ini masih akan dilakukan evaluasi mengikuti perkembangan di lapangan. Jika terdapat perpanjangan waktu atau kembali beroperasinya KA dalam kondisi The New Normal, maka akan diinformasikan kembali secara resmi.

Ia mengatakan, pada tahap awal, PT KAI hanya menjual tiket 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia di kereta itu. Tujuannya ialah untuk menjaga jarak antarpenumpang selama perjalanan.

Sedangkan, khusus penumpang dengan usia di atas 50 tahun, petugas mengatur tempat duduknya saat dalam perjalanan, sehingga tidak bersebelahan dengan penumpang lain.

Seperti dikutip dari Antara, untuk melakukan perjalanan KA jarak jauh, calon penumpang diharuskan melengkapi beberapa syarat yang tertuang dalam Surat Edaran Gugus Tugas COVID-19 Nomor 7 Tahun 2020.

Berkas persyaratan itu harus ditunjukkan kepada petugas saat melakukan boarding, jika membeli tiket melalui KAI Access, Web KAI, dan mitra penjualan tiket resmi KAI lainnya.

Tetapi, jika membeli tiket melalui loket go show (dengan ketentuan tiga jam sebelum keberangkatan KA) di Stasiun Gambir, Pasar Senen dan Jakarta Kota, maka berkas persyaratan dapat ditunjukkan kepada petugas loket.

Berikut Jadwal KA Jarak Jauh yang beroperasi di Daop 1 Jakarta pada masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal, dan volume penumpang sejak 12-14 Juni hingga 30 Juni 2020

– KA 306 Begawan (Pasarsenen-Purwosari) dengan keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 06.30 WIB.

– KA 340 Tegal Ekspress (Pasarsenen-Tegal) dengan keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 07.40 WIB dan Cikampek pukul 08.56 WIB.

– KA 322 Serayu (Pasarsenen-Kiaracondong-Purwokerto) dengan keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 9.15 WIB, Bekasi pukul 09.45 WIB, Karawang pukul 10.19 WIB, Cikampek pukul 10.40 WIB.

“Perjalanan kembali KA reguler ini mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 dan Surat Edaran Ditjenka Kemenhub No 14 Tahun 2020 Tanggal 8 Juni 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Covid-19,” kata Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangannya, Rabu.

Pasar Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Pasar Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Pasar Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Pasar Sudah Terapkan Protokol Kesehatan – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menerapkan kebijakan penutupan pasar per zona jika menemukan pedagang yang terpapar positif virus corona. Penutupan tidak akan dilaksanakan secara keseluruhan di satu pasar.

Sebelumnya, PD Pasar Jaya menerapkan kebijakan penutupan seluruh area pasar selama tiga hari jika ditemukan ada pedagang pasar positif virus corona. Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan penutupan pasar per zona ini baru akan diberlakukan pada Rabu dimulai dari Pasar Tanah Abang.

“Jadi per zona. Enggak ditutup secara keseluruhan (pasar),” kata Arief di Balai Kota, Selasa.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan pasar-pasar tradisional di Ibu Kota telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik sesuai dengan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

“Sesuai arahan Gubernur, saya melakukan pengecekan memastikan pasar merupakan unit kegiatan yang harus melaksanakan PSBB masa transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif,” kata Riza usai mengecek Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu.

Arief mengatakan, Pasar Tanah Abang menjadi yang pertama menerapkan kebijakan ini. Pasalnya, baru-baru ini ditemukan enam orang positif virus corona.

Ia menjelaskan, dari enam orang itu, hanya dua pedagang yang positif corona dari Blok A dan Blok B. Sementara, empat orang lainnya merupakan karyawan swasta dan karyawan Pasar Tanah Abang.

Menurut Arief, penutupan secara zonasi di pasar ini juga mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi di Jakarta setelah terdampak pandemi.

“Karena kami kan tetap harus melakukannya dengan logic, setelah melihat indikasi-indikasi, memperkuat protap Covid, kami juga ingin supaya pertumbuhan ekonomi berjalan. Jadi antara kesehatan dan ekonomi bisa diseimbangkan,” tutur Arief.

Riza didampingi Direktur Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin, Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin beserta jajaran berkeliling mengecek penerapan protokol kesehatan di Pasar Palmerah.

Menurut Riza, dari hasil pengecekan yang dilakukannya menunjukkan Pasar Palmerah telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan baik seperti pedagang dan pengunjung wajib memakai masker, bahkan ada yang memakai pelindung wajah (face shield), tersedia tempat pencuci tangan, dan markah untuk menjaga jarak fisik.

“‘Traffic flow di dalam pasar dibuat satu arah agar tidak saling bersinggungan, kemudian pedagang dan pengunjung semuanya sudah menggunakan masker maupun face shield’,” kata Riza seperti dikutip Antara.

Riza mengapresiasi kedisiplinan pedagang Pasar Palmerah untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Beberapa pedagang yang sempat berbincang dengannya mengatakan akan menolak melayani pembeli yang tidak menggunakan masker.

“Terima kasih kepada pedagang yang membantu kita semua untuk menyosialisasikan dan mengingatkan kepada warga untuk senantiasa menggunakan masker dan jaga jarak,” kata Riza.

Dia berharap kepatuhan para pedagang di pasar tradisional menerapkan PSBB transisi dapat menjadi contoh yang baik untuk pedagang lainnya, pengelola pasar dan juga pengunjung.

“Mudah-mudahan ini menjadi contoh yang baik bagi kita semua bagi pengelola bagi pedagang bagi pengunjung untuk senantiasa melaksanakan PSBB di masa transisi sehingga kita bisa segera keluar dari masalah ini,” ujar Riza.

Ia menjelaskan, penutupan zonasi di pasar itu merujuk toko tempat pedagang yang dinyatakan positif virus corona. Nantinya, toko-toko sekitar tempat pedagang positif tersebut juga akan ditutup.

Kendati begitu, Arief belum bisa menjelaskan secara detail soal luas area yang akan ditutup per zonasinya.

“Yang tutup tetangga-tetangganya. Itu kami lagi itung di Blok A berapa, Blok B berapa. Karena cuma dua kios yang kena,” papar dia.

Menurut Arief, meski tidak seluruh area pasar yang ditutup, pihaknya tetap akan rutin menyemprotkan cairan disinfektan. Penyemprotan dapat dilakukan pada malam hari ketika pasar tutup.

Riza mengakui sudah ada beberapa pasar tradisional yang ditutup karena ditemukan beberapa pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil uji usap yang dilakukan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Menurut dia, sudah 33 pasar yang dilakukan uji usap oleh Dinkes DKI, terdapat tujuh pasar hasilnya negatif dan 12 pasar ditemukan positif.

“Ada 79 pedagang yang terkena (Covid-19) dan sudah dilakukan isolasi mandiri. Terhadap 12 pasar yang ditemukan kasus positif sudah kita lakukan penutupan sementara,” kata Riza.