Rupiah dan Pasar Saham Ditutup Menguat  - Rupiah dan Pasar Saham Ditutup Menguat  

Masyarakat Mulai Belanja, Rupiah dan Pasar Saham Ditutup Menguat

Rupiah dan Pasar Saham Ditutup Menguat – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore, ditutup menguat di tengah pasar yang masih memantau perkembangan stimulus lanjutan di Amerika Serikat (AS). Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sebabnya adalah laporan survei konsumen yang dirilis Bank Indonesia pada Oktober 2020.

Tentang alokasi pengeluaran konsumen yang dipakai untuk berbelanja mencapai 69,36 persen. Angka ini naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 68,8 persen, sekaligus menjadi yang tertinggi sejak Juni 2019.

“Pasca-PSBB di longgarkan, kelas menengah yang merupakan poker deposit pulsa 10000 motor konsumsi nasional mulai keluar dan berbelanja. Alokasi untuk konsumsi di kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp2,1-3 juta dan Rp3,1-4 juta per bulan mencatatkan kenaikan,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Pergerakan rupiah pada penutupan sore ini

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa sore ini juga ditutup menguat. Rupiah naik 53 poin atau 0,38 persen menjadi Rp14.038 per dolar AS. Rupiah mencatatkan titik tertingginya pada level Rp13.982 per dolar AS, dan terendah Rp14.091 per dolar AS. Rupiah juga menguat terhadap mata uang lain seperti yuan, dolar Australia, yen, euro, won dan lainnya.

Data pasar saham hari ini

IHSG ditutup melambung tinggi pada penutupan perdagangan Selasa sore. IHSG ditutup pada posisi 5.462,739 naik 106,734 poin atau 1,99 persen.

Dilansir dari RTI, investor membukukan transaksi sore ini sebesar Rp15,42 triliun, dengan volume transaksi sebesar 16,1 miliar lembar saham dan frekuensi sebanyak 1.048,619 kali. Sebanyak 275 saham menguat, 178 melemah, dan 158 tidak mengalami perubahan.

Ada faktor eksternal yang membuat rupiah menguat

Untuk faktor eksternal yang membuat rupiah menguat karena vaksin COVID-19 dapat tersedia dalam waktu dekat, dan dapat meningkatkan optimisme atas pemulihan ekonomi global.

Ibrahim mengatakan, pembuat obat Pfizer Inc mengatakan pada Senin kemarin bahwa kandidat vaksinnya yang sedang dikembangkan dalam kemitraan dengan BioNTech Jerman, lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah COVID-19.

“Klaim tersebut didasarkan pada data dari 94 orang pertama yang terinfeksi virus dalam uji klinis skala besar Pfizer,” kata Ibrahim.

Sementara itu, proses peralihan dari Presiden Donald Trump kepada calon penggantinya Joe Biden dinilai Ibrahim tidak terlalu mulus. Karena Trump belum mengakui kemenangan Joe Biden dalam Pilpres.

“Selain itu, Trump juga merencanakan aksi unjuk rasa untuk meningkatkan dukungan atas tantangan hukumnya terhadap hasil pemilihan presiden,” katanya.