Pertamina Bangun Kilang Baru

Pertamina Bangun Kilang Baru

Pertamina Bangun Kilang Baru – PT Pertamina(Persero) butuh investasi sebesar US$48 miliar atau sekitar Rp672 triliun untuk proyek pengembangan kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Grass Root Refinery (GGR) hingga 2027.

Komisi VII DPR juga melanjutkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Pertamina (Persero). Rapat kali ini membahas progres pembangunan kilang yang dilakukan Pertamina.

Rapat ini sebelumnya disepakati hanya berlangsung 2 jam. Hal itu mempertimbangkan protokol kesehatan dan kabar sebelumnya bahwa ada 10 orang positif COVID-19 pada pemberitahuan sebelumnya.

Proyek RDMP dan GRR tersebut tersebar di beberapa lokasi yakni Dumai, Plaju, Cilacap, Balongan, Balikpapan, Tuban, dan wilayah lainnya di Indonesia Timur.

“Keseluruhan proyek ini US$48 miliar dan akan berlangsung 6-7 tahun ke depan,” kata CEO Refinery & Petrochemical Subholding Pertamina PT Kilang Pertamina Internasional Ignatius Tallulembang di komisi VII DPR, Rabu.

“Negara-negara yang terbelakang saja yang masih menggunakan Euro II. Ini sudah ditinggalkan. Jadi sebetulnya ini mau di-upgrade apa enggak. Kalau enggak di-upgrade menjadi Euro V ini kilang harus ditutup,” ujarnya.

Berikut 5 poin kesimpulan RDP Komisi VII dengan Pertamina hari ini:

1. Komisi VII DPR RI mendesak Direktur Utama PT Pertamina (Persero) untuk dapat menyampaikan detil progres dan skema pembiayaan seluruh Megaproyek Kilang Minyak dan Petrokimia dan disampaikan tertulis secara berkala dan transparan kepada Pimpinan dan Anggota Komisi VII DPR RI.

2. Komisi VII DPR RI mendesak Direktur Utama PT Pertamina (Persero) untuk melakukan langkah-langkah terobosan dalam mencari mitra kerja baru yang lebih baik untuk mendukung seluruh Megaproyek Kilang Minyak dan Petrokimia demi Ketahanan Energi Nasional.

3. Komisi VII DPR RI sepakat dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) untuk melanjutkan Rapat Dengar Pendapat pada Masa Sidang selanjutnya untuk membahas agenda lainnya yaitu Program BBM Ramah Lingkungan, progres kegiatan pengadaan minyak melalui ISC, update Petral dan progres Digitalisasi SPBU.

4. Komisi VII DPR RI sepakat dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) untuk menyusun roadmap pengembangn mini refinery dan melanjutkan pembangunan mini depot untuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

5. Komisi VII DPR RI meminta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) untuk menyampaikan jawaban tertulis atas semua pertanyaan Anggota Komisi VII DPR RI dan disampaikan kepada Komisi VII DPR RI paling lambat Juli 2030.