New Normal, Tips Aman Gelar Resepsi Pernikahan Di Tengah Pandemi

New Normal, Tips Aman Gelar Resepsi Pernikahan Di Tengah Pandemi

New Normal, Tips Aman Gelar Resepsi Pernikahan Di Tengah Pandemi – Pemerintah sedang mempersiapkan fase new normal atau tatanan normal baru di tengah pandemi corona.

Sejumlah pengusaha pun turut merancang strategi baru untuk menyesuaikan kehidupan new normal.

Kondisi ini membuat Gabungan Perkumpulan Penyelenggara Pernikahan Indonesia (GPPPI) terus berupaya membangkitkan geliat industri pernikahan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pernikahan Indonesia, Andie Oyong mengatakan bahwa pihaknya akan memperpanjang waktu resepsi. Resepsi akan dibagi menjadi dua sesi untuk menghindari terjadinya kerumunan. Selain itu, diantara sesi akan dilakukan penyemprotan disinfektan ke ruangan.

“Kalau dulu resepsi cukup 2 jam, sekarang teman-teman venue memberikan kesempatan durasi ditambah lagi setengah, jadi biasanya 2 jam dikasih 4 jam supaya kita bisa membatasi jumlah tamu per sesi.

Satu sesi sudah selesai nanti ada yang namanya jeda sekitar 30 menit sampai 1 jam untuk menyemprot disinfektan supaya tamu sesi dua bisa masuk dalam ruangan yang sudah aman setidaknya dari yang sesi satu,” kata Andie.

Menjaga kenyamanan dan sama-sama peduli

“Karena itu, kami mewakili bidang masing-masing, membuat rumusan protokol acara pernikahan di era new normal nanti setelah pemerintah membuka izinnya. Kami buat protokol ini, dikaji oleh anggota sesuai bidang masing-masing,” kata Gandi di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Juli 2020.

Simulasi pernikahan dengan protokol kesehatan ini melibatkan seluruh elemen yang tergabung dalam GPPPI. Terdiri dari Hastana Indonesia, Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (ASPEDI), Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI), Himpunan Ahli Tata Rias Pengantin Indonesia (Harpi Melati), Himpunan Pembawa Acara Pernikahan Indonesia (HIPAPI), dan Ikatan Pengusaha Jasa Musik Pernikahan Indonesia (HIPAMI).

“Tujuannya adalah kita menunjukkan ke masyarakat untuk nanti seandainya sudah dibuka, masyarakat mengadakan pesta pernikahan sesuai protokol yang sudah ditentukan,” ungkap Gandi.

“Protokol ini juga sudah kami sampaikan ke pemerintahan, tak hanya di Jakarta, di beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan di Jambi juga ada beberapa daerah yang sudah memberikan protokolnya ke pemerintahan,” tambahnya.