Malaysia Dorong Warga Melancong ke Singapura - Malaysia Dorong Warga Melancong ke Singapura

Badan Pariwisata Malaysia Dorong Warga Melancong ke Singapura

Malaysia Dorong Warga Melancong ke Singapura – Kepadatan orang dan kendaraan terjadi di Johor Baru, perlintasan antara Malaysia dan Singapura. Di tengah kondisi pandemik COVID-19 yang berdampak cukup parah ke sektor pariwisata, iklan yang dirilis oleh Badan Pariwisata Negeri Jiran, Tourism Malaysia, viral dan menjadi perbincangan di media sosial.

Tourism Malaysia secara terang-terangan mendorong agar warga juga melancong ke Singapura. Meski hal tersebut sulit direalisasikan lantaran Negeri Singa masih membatasi diri menerima pendatang asing.

Stasiun berita Channel News Asia, Kamis melaporkan, badan pariwisata Malaysia itu terinspirasi dari iklan serupa yang pernah dibuat oleh Burger King di Inggris pada awal bulan ini, kemudian viral di media sosial. Iklan Tourism Malaysia itu diunggah ke Facebook pada Rabu lalu dan mengajak warga download idn poker apk berlibur ke Singapura.

“Seperti Burger King yang tidak pernah menduga bahwa mereka akan mempromosikan Big Mac, kami juga tidak pernah menduga akan meminta Anda melakukan ini. Kami tidak akan pernah membayangkan untuk mendorong Anda menghabiskan waktu berlibur di Singapura, tetapi kolega kami di industri pariwisata bisa didukung saat ini,” demikian bunyi iklan yang viral tersebut.

Apakah iklan itu ditanggapi oleh Badan Pariwisata Singapura? Berapa banyak penurunan turis yang dialami oleh Negeri Singa dan Malaysia akibat pandemik COVID-19?

Turis mancanegara yang datang ke Singapura turun hingga 43,2 persen di kuartal pertama 2020

Pandemik COVID-19 telah mempengaruhi kebijakan Pemerintah Negeri Singa dalam menerima pendatang asing. Mereka sempat menutup pintu kedatangan internasional di Bandara Changi. Meski sekarang, Negeri Singa sudah membolehkan turis dari empat negara kembali menjejakkan kaki yaitu Australia, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Selandia Baru.

Terbaru, Negeri Singa juga sudah berhasil menjalin kesepakatan travel bubble bagi warga Hong Kong. Dengan kesepakatan ini, warga dari kedua negara sudah bisa saling kunjungi untuk kepentingan pariwisata.

Selama pandemik COVID-19, industri pariwisata di Negeri Singa terpukul sangat keras. Harian Singapura, The Straits Times, 17 Juli 2020 melaporkan, jumlah kedatangan turis internasional menurun 43,2 persen dan 39 persen.

Data yang dilaporkan oleh Badan Pariwisata Singapura (STB) artinya bernilai 2,7 juta turis turun dalam tiga bulan pertama, dan potensi pemasukan 4 miliar dolar Singapura pun turut lenyap.

Pada Januari 2020, jumlah turis asing yang datang mencapai 1,69 juta. Bahkan, angka itu mengalami kenaikan bila dibandingkan pada Januari 2019 lalu yang mencapai 1,62 juta.

Tetapi, jumlah turis asing langsung anjlok ke angka 730 ribu dan 240 ribu di Februari dan Maret 2020.

Badan Pariwisata Singapura ucapkan terima kasih atas dukungan Malaysia

Sementara itu, Badan Pariwisata Singapura cepat merespons iklan itu di media sosial. Laman “The Visit Singapore” mengomentari iklan itu dengan mengucapkan terima kasih.

“Terima kasih untuk cintanya, Tourism Malaysia. Kami juga memikirkan kalian. Semoga tetap sehat dan aman (ditulis dari pantai berpasir di Sentosa sambil mengingat-ingat waktu yang menyenangkan di Pulau Redang),” demikian tulis Badan Pariwisata Singapura.

Pernyataan itu kembali direspons oleh Badan Pariwisata Malaysia. Mereka menggunakan emoji berupa hati, bendera Malaysia dan bendera Singapura.

Unggahan oleh Badan Pariwisata Malaysia itu langsung viral dan memicu lebih dari 2.300 komentar dan sudah dibagikan ulang lebih dari 2.000 kali. Selain itu, iklan tersebut turut memicu komentar yang positif dari warganet. Banyak yang berkomentar mereka sudah tak sabar untuk berlibur ke Singapura di masa mendatang.

“Kalian tenang saja, kami sudah menanti untuk bisa mengunjungi JB (Johor Bahru), Melaka, Kuala Lumpur, dan kota-kota lainnya,” tulis salah satu pembaca.

Malaysia menutup pintunya untuk turis asing hingga akhir 2020

Penurunan turis asing juga dirasakan oleh Malaysia. Apalagi pada September 2020 lalu, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin sudah mengumumkan pintu bagi turis asing masih tertutup hingga akhir 2020.

Hal itu lantaran terjadi tren kenaikan kasus COVID-19 secara global. Selain itu, di dalam negeri sendiri ditemukan kenaikan klaster, meski saat ini kondisinya terkendali.