Kasus DBD Melonjak Tinggi, Masyarakat Di Harap Lebih Waspada

Kasus DBD Melonjak Tinggi, Masyarakat Di Harap Lebih Waspada

Kasus DBD Melonjak Tinggi, Masyarakat Di Harap Lebih Waspada – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sleman tahun ini mengalami lonjakan sejak pandemi Covid-19. Baru enam bulan saja jumlahnya sudah hampir menyaingi akumulasi kasus pada tahun sebelumnya.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Sleman Dulzaini, seperti dilansir jumlah kasus DBD di Sleman mencapai 603 orang. Jumlah tersebut hanya berselisih sedikit dari 2019, yaitu 728 kasus, dengan 1 kasus meninggal dunia.

“Jumlah kasus DBD hingga hari ini 603 orang, dengan kasus meninggal 2 orang. Paling banyak kasus masih di Kecamatan Prambanan,” ujar Dulzaini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman Joko Hastaryo sendiri mengakui tingginya kasus DBD di Sleman sejak ada pandemi corona. Menurutnya, kegiatan penyuluhan pencegahan DBD, seperti pemberantasan sarang nyamuk, menjadi terkendala selama pandemi Covid-19.

“Memang karena pandemi ini kegiatan penyuluhan pemberantasan sarang nyamuk terhambat. Petugas kami agak sulit melakukan sosialisasi di lapangan saat pandemi,” terang Joko.

Namun, ia juga menyebutkan, jika biasanya Sleman merupakan kabupaten dengan kasus DBD yang tergolong tinggi di DIY, maka tahun ini predikat tersebut bergeser ke Kabupaten Gunung kidul. Ia menduga, banyaknya kasus di Prambanan juga dipengaruhi letak geografis kecamatan tersebut, yang bersebelahan dengan Kabupaten Gunungkidul.

Joko pun mendorong upaya pencegahan DBD dengan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik serta pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3M plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas plus mencegah gigitan nyamuk dengan penggunaan cairan anti-nyamuk oles atau spray.

Jentik nyamuk, kata dia, juga bisa ditumpas dengan menempatkan larvasida di genangan air, menanam tanaman pengusir nyamuk, dan meningkatkan surveilans melalui kegiatan pemantauan jentik berkala.

Kepala Dinas Kabupaten Sleman Dulzaini, Meminta masyarakat memanfaatkan waktu di rumah untuk mencegah penyebaran jentik nyamuk. Caranya dengan membersihkan lingkungan sekitar, genangan air, dan memberantas sarang nyamuk. “Masyarakat pun bisa diminta mengontak puskesmas terdekat untuk pemberantasan sarang nyamuk. Jangan lupa selain corona, ada yang bisa lebih berbahaya yakni penyakit DBD. Jadi mari kita sama-sama waspada,” ujar dia.