pelanggar jam malam

Bagaikan tidak ada kapoknya, operasi jam malam yang dilakukan oleh tim gabungan Satpol PP, Polres dan Kodim setiap harinya masih ada aja tangkapan pelanggar. Sehingga sejak tanggal 16 juni lalu hingga sekarang telah tercatat sebanyak 309 pelanggar jam malam.

Bahkan untuk hari senin tanggal 6 juli 2020 ini, Satpol PP telah menindak 71 pelanggar jam malam. Dimana para pelanggar tersebut akan diberikan sanksi sosial berupaa pembersihan alun-alun Tulungagung mulai dari Taman Kartini depan Pendopo, halaman Balai Rakyat serta Masjid Jami Almunawar.

Baca Juga: Tips bekerja untuk anak muda agar betah dan menghasilkan uang

Kabid Penegakan Perda dan Perbup Satpol PP Tulungagung, A. Nindya Putra mengaku. Pada rentan waktu diberlakukannya jam malam, sejak 16 Juni lalu hingga sekarang. Pihaknya mencatat sudah memberikan sangsi sosial kepada 309 pelanggar. Yang berarti setiap harinya selalu ada yang melanggar jam malam agen idnplay yang seolah tak peduli dengan aturan pemerintah.

“sejak 16 Juni sampai 6 Juli ada sekitar 309 pelanggar yang sudah kami beri sangsi,” ujar Nindya saat ditemui di Taman Kartini, Senin (06/07).

Lebih lanjut, mayoritas dari para pelanggar rupanya terjaring saat berada di warkop. Namun menurut Nindya, sasaran razia tak hanya warkop saja. Namun tempat-tempat yang menjadi titik rawan seperti kawasan Desa Wisata Pinka yang tidak hanya warkopnya saja yang jadi favorit, namun dikawasan tersebut juga menjadi favorit untuk nongkrong muda mudi. Tak hanya itu, warnet, penyewaan game serta pinggir jalanpun yang terpantau ramai kerumunan juga tak lumpur dari sasaran razia.

Penerapan sanksi tersebut menurut Nindya sudah sesuai dengan instruksi Bupati Tulungagung dalam surat bupati nomor 1 tahun 2020 tentang pembatasan jam malam. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan kegiatan tersebut hingga bupati mencabut surat edaran tersebut.