Hukum Pornografi Paling Unik di Dunia

Hukum Pornografi Paling Unik di Dunia

Hukum Pornografi Paling Unik di Dunia – Meski terlihat remeh, namun pornografi adalah industri yang menghasilkan banyak uang. Di beberapa negara telah melegalkan pornografi.
Namun di beberapa negara masih menganggap tabu pornografi. Mereka memberikan sanksi berat bagi siapa saja yang menyebarkan atau mengakses semua yang berbau porno.

Lain negara lain hukum, bahkan ada yang membebaskan pornografi diakses segala umur.

Pornografi adalah hal yang dianggap tabu namun “seksi” untuk menjadi pembicaraan. Banyak persoalan di balik pornografi yang penting untuk dibahas selain hal-hal erotis yang melekat padanya. Salah satunya adalah masalah jerat hukum atau regulasi.

Pada umumnya, setiap negara memiliki kebijakan masing-masing dalam mengatur persebaran konten pornografi. Ada yang melarang keras, ada yang melegalkan, ada yang memiliki batasan-batasan tertentu. Semuanya tentu disesuaikan dengan ideologi dan kondisi masyarakat.

Jepang: Menyensor alat kelamin dan rambut kemaluan

Mengutip Wikiwand, Jepang memiliki ragam konten pornografi yang unik. Negara tersebut mengakomodasi berbagai jenis seksualitas, fetish, dan parafilia. Mereka pun memiliki subgenre pornografi yang beragam.

Namun ada satu yang unik dari aturan pornografi di Jepang. Mereka selalu menyensor alat kelamin dan rambut kemaluan. Menurut sumber yang sama, masyarakat menilai kedua hal tersebut cabul sehingga tidak boleh ditampilkan bahkan di konten pornografi sekalipun.

Tak hanya itu, aturan tersebut juga berlaku dalam anime. Alat kelamin dan rambut kemaluan pada umumnya disensor dengan cara pikselisasi (blur kotak-kotak). Aturan lain yang berlaku di Jepang adalah pelarangan pornografi anak serta pornografi yang menampilkan dan mempraktikkan kekerasan seksual.

Iran: Penyensoran terhadap perempuan tak berhijab

Iran adalah salah satu negara dengan aturan konten pornografi yang sangat ketat. Bahkan bisa dibilang berlebihan jika dibandingkan dengan negara lain.

Pemerintah tak ragu untuk menyensor tokoh-tokoh perempuan yang tidak mengenakan hijab. Jadi kamu bisa bayangkan, jika perempuan tanpa hijab saja disensor, apalagi konten pornografi.

Pembuat konten pornografi, termasuk aktor, penyebar, dan semua orang yang terlibat di dalamnya akan dikenakan sanksi berupa hukuman mati, menurut laporan dari CBS News. Pembuat kebijakan mengatakan bahwa pornografi memiliki kesalahan sebesar koruptor di Iran sehingga hukumannya pun disamakan.

Brasil: Akses dan pembuatan pornografi tergolong legal, termasuk yang mengakomodasi fetish aneh

Bertolak belakang dengan Iran, Brasil menjunjung kebebasan berekspresi, termasuk dalam membuat dan mengakses pornografi. Namun ada beberapa pembatasan yang harus diperhatikan pada produsen konten dewasa.

Pertama, pembuat konten dilarang keras untuk menampilkan aktor yang berusia di bawah 18 tahun karena hal ini akan memicu tindakan pedofilia. Para aktor dalam film porno juga dianjurkan menggunakan kondom. Tak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga mempromosikan seks yang aman kepada para penonton.

Di samping itu, tidak ada pembatasan lainnya. Kreator pornografi bahkan diperbolehkan mengakomodasi berbagai fetish aneh, seperti zoofilia (hubungan seksual dengan hewan).