Society

New Normal, Tips Aman Gelar Resepsi Pernikahan Di Tengah Pandemi

New Normal, Tips Aman Gelar Resepsi Pernikahan Di Tengah Pandemi

New Normal, Tips Aman Gelar Resepsi Pernikahan Di Tengah Pandemi

New Normal, Tips Aman Gelar Resepsi Pernikahan Di Tengah Pandemi – Pemerintah sedang mempersiapkan fase new normal atau tatanan normal baru di tengah pandemi corona.

Sejumlah pengusaha pun turut merancang strategi baru untuk menyesuaikan kehidupan new normal.

Kondisi ini membuat Gabungan Perkumpulan Penyelenggara Pernikahan Indonesia (GPPPI) terus berupaya membangkitkan geliat industri pernikahan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pernikahan Indonesia, Andie Oyong mengatakan bahwa pihaknya akan memperpanjang waktu resepsi. Resepsi akan dibagi menjadi dua sesi untuk menghindari terjadinya kerumunan. Selain itu, diantara sesi akan dilakukan penyemprotan disinfektan ke ruangan.

“Kalau dulu resepsi cukup 2 jam, sekarang teman-teman venue memberikan kesempatan durasi ditambah lagi setengah, jadi biasanya 2 jam dikasih 4 jam supaya kita bisa membatasi jumlah tamu per sesi.

Satu sesi sudah selesai nanti ada yang namanya jeda sekitar 30 menit sampai 1 jam untuk menyemprot disinfektan supaya tamu sesi dua bisa masuk dalam ruangan yang sudah aman setidaknya dari yang sesi satu,” kata Andie.

Menjaga kenyamanan dan sama-sama peduli

“Karena itu, kami mewakili bidang masing-masing, membuat rumusan protokol acara pernikahan di era new normal nanti setelah pemerintah membuka izinnya. Kami buat protokol ini, dikaji oleh anggota sesuai bidang masing-masing,” kata Gandi di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Juli 2020.

Simulasi pernikahan dengan protokol kesehatan ini melibatkan seluruh elemen yang tergabung dalam GPPPI. Terdiri dari Hastana Indonesia, Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (ASPEDI), Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI), Himpunan Ahli Tata Rias Pengantin Indonesia (Harpi Melati), Himpunan Pembawa Acara Pernikahan Indonesia (HIPAPI), dan Ikatan Pengusaha Jasa Musik Pernikahan Indonesia (HIPAMI).

“Tujuannya adalah kita menunjukkan ke masyarakat untuk nanti seandainya sudah dibuka, masyarakat mengadakan pesta pernikahan sesuai protokol yang sudah ditentukan,” ungkap Gandi.

“Protokol ini juga sudah kami sampaikan ke pemerintahan, tak hanya di Jakarta, di beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan di Jambi juga ada beberapa daerah yang sudah memberikan protokolnya ke pemerintahan,” tambahnya.

 

Gegara Duit Rp 100 Ribu Remaja Tewas Dikeroyok

Gegara Duit Rp 100 Ribu Remaja Tewas Dikeroyok

Karena Duit Rp 100 Ribu Remaja Tewas Dikeroyok

Gegara Duit Rp 100 Ribu Remaja Tewas Dikeroyok – Seorang remaja, Lukman Rahma Wijaya (18) tewas usai dikeroyok temannya di Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Korban dikeroyok karena disebut mencuri uang Rp 100 ribu milik temannya.

Kapolsek Pleret AKP Riwanto membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian itu berawal saat Lukman bertandang ke di rumah temannya di Kecamatan Pleret, Bantul, Jumat malam. Selanjutnya, salah satu temannya itu merasa kehilangan uang Rp 100 ribu dan curiga kepada korban.

“Dia mencurigai korban (ambil uang Rp 100 ribu) tapi saat ditanya tidak mengaku. Setelah didesak akhirnya korban mengaku dan dia bersama teman-temannya melakukan kekerasan terhadap korban,” kata Riwanto saat dihubungi wartawan, Sabtu.

“Begitu kita mendapat laporan ada korban meninggal dunia kita langsung cek TKP dan periksa saksi-saksi. Di hari itu juga (Sabtu) langsung kita amankan dulu PES dan PEA, keduanya kakak beradik,”

“Setelah (PES dan PEA) dimintai keterangan lalu berkembang, dan terakhir dari yang kelompok yang beberapa orang dewasa. Mereka ditangkap di wilayah Bantul dan Gunungkidul,” terang Wachyu.

Ke-13 tersangka yang diamankan adalah PES (17) dan MREP (15) keduanya warga Desa Wonokromo, Pleret, Bantul. Selanjutnya AF (17) warga Desa Wonokromo, Pleret, Bantul.

Kemudian BAS (15), MFM (15), PEA (14) dan MZ (19), keempat warga Pleret, Bantul. Selanjutnya ada BPS (17), BWF (16), AWP (16), M (21), ARZ (20), dan JRN (23), keenamnya warga Kecamatan Imogiri, Bantul.

Penganiayaan itu bermula saat korban datang ke rumah PES pada Jumat (7/8) sekitar pukul 20.00 WIB. Kala itu, ada MREP, AF dan PEA yang juga datang di rumah PES.

Korban sempat mengutarakan keinginannya meminjam uang Rp 100 ribu kepada PES namun tidak dipinjami. Kemudian menjelang tengah malam, PES bercerita kepada PEA jika uang Rp 100 ribu miliknya hilang.

Korban mengaku mencuri uang 100 ribu

“Berikutnya pada hari Sabtu (8/8) sekitar pukul 02.00 WIB korban ini kembali datang ke rumah tersangka PES dan PEA ini. Tapi sampai di sana korban yang tadinya membawakan jajan dan minuman saat ke sana justru malah diinterogasi oleh PES, PEA dan MREP,” urai Wachyu.

“Kemudian korban mengaku bahwa yang bersangkutan betul mencuri Rp 50 ribu, jadi bukan Rp 100 ribu tapi Rp 50 ribu ini menurut tersangka. Jadi tidak ada permasalahan apa-apa, tapi tersangka merasa uangnya hilang kemudian pada hari berikutnya ada kesempatan pada saat korban datang dan dilakukanlah itu (penganiayaan),” sambung Wachyu.

Setelah korban mengaku, PES, PEA, dan dibantu beberapa teman lainnya mulai menganiaya korban. Kemudian pukul 02.30 WIB tersangka memanggil lagi teman-temannya hingga total berjumlah 13 orang.

Wachyu menyebut penganiayaan itu dilakukan para pelaku dalam kondisi sadar. Pihaknya masih mendalami terkait dugaan penganiayaan dalam pengaruh minuman keras.

“Mereka melakukan penganiayaan dalam kondisi sadar. Untuk tersangka kita kenakan pasal 170 ayat 2 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Kemudian Undang-Undang Peradilan Anak juga kita terapkan karena ada 9 tersangka yang masih anak-anak.”

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa satu kaus lengan pendek warna hitam, satu celana olahraga pendek warna biru bergaris putih, sebuah ikat pinggang dengan panjang 1 meter dan lebar 4 cm dengan ciri-ciri bergaris warna biru dongker putih merah.

Polisi juga menyita satu gayung berbentuk bulat berwarna merah muda, satu buah kunci motor dan satu korek api warna merah.

Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar asal Kelurahan Pleret, Kecamatan Pleret, Bantul, Lukman Rahma Wijaya (18) tewas usai dianiaya rekan-rekannya. Korban dianiaya karena dituduh mencuri uang Rp 100 ribu milik temannya.

“Dia mencurigai korban (ambil uang Rp 100 ribu) tapi saat ditanya tidak mengaku. Setelah didesak akhirnya korban mengaku dan dia bersama teman-temannya melakukan kekerasan terhadap korban,” kata Kapolsek Pleret AKP Riwanto saat dihubungi.

 

Warga Malang heboh dengan Kelahiran Sapi Berkepala Dua

Warga Malang heboh dengan Kelahiran Sapi Berkepala Dua

Warga Malang heboh dengan Kelahiran Sapi Berkepala Dua

v2pdni9cvtnanxocynue 19066 - Warga Malang heboh dengan Kelahiran Sapi Berkepala Dua

Warga Malang heboh dengan Kelahiran Sapi Berkepala Dua – Devi Insanawati kaget bukan kepalang saat menyaksikan sapinya melahirkan anak berkepala dua.

Ia menceritakan, pada saat kehamilan sapi tersebut tak ada yang janggal. Namun kepanikan muncul saat ternaknya itu melahirkan.

“Tiba-tiba saja keluar itu anak sapinya. Jadi kakinya sudah kelihatan, lalu aku panggilkan kakak untuk membantu persalinannya, kebetulan suami lagi di luar,” ujar Devi Insanawati di lokasi, Jumat siang.

Begitu keluar, Devi dan keluarganya dibuat terkejut dengan kondisi fisik anak sapi itu, sebab lahir dengan berkepala dua namun berbadan satu.

Sontak kelahiran anak sapi ini mengagetkan warga sekitar juga. Warga sekitar pun langsung berbondong-bondong menuju rumahnya untuk mengecek kebenaran info tersebut.

“Lahir pukul 09.00 WIB (Kamis 13 Agustus 2020) pagi, tapi langsung dalam keadaan mati. Kondisinya kepalanya dua, badan satu, dan kakinya empat. Semua normal hanya kepalanya yang dua,” terangnya.

“Warga banyak yang datang ke sini melihat. Sayang kondisi sapinya memang sudah mati. Tapi sama warga sempat di foto-foto dan disebarkan di media sosial,” katanya.

Devi sendiri baru kali ini mendapati anak sapi berkepala dua dengan satu badan. “Baru kali ini mendapati kondisi sapi kembar siam. Sebelum-sebelumnya sehat-sehat saja tidak ada masalah. Makanya kaget saja kemarin (lahir Kamis 13 Agustus 2020) kok bisa jadi dua kepala,” paparnya.

Kini pasca melahirkan, kondisi sang betina indukan sehat dan tidak mengalami kelainan apapun. Bahkan disebut Devi, sang indu telah menjalani pemeriksaan oleh dokter hewan setempat.

“Kemarin sudah diperiksa dan kondisinya normal. Tadi juga dicek lagi normal, tapi tadi disuntik antibiotik,” pungkasnya.

Sebelumnya viral di media sosial bahwa sapi berkepala dua lahir di Desa Pondok Wuluh, Kecamayan Leces, Kab Probolinggo.

Akun Facebook @ Riky Fu membagikan video kelahiran sapi berkepala dua ke group Facebook Info Seputar Kec Maron pada Senin.

Masya Allah telah lahir tadi malam jam 3 seekor sapi kepala 2 mata 4 mulut 2 di Desa Pondok Wuluh, Blok Munder, Rt 26 Rw 11 Kec Leces, Kab Probolinggo di rumah bpk Sukim atau bpk arsid,” demikian keterangan tertulis yang disertakan akun @ Riky Fu.

 

Gegara Dokter Main Hp, Ibu & Bayi Meninggal di RSU Bulukumba

Gegara Dokter Main Hp, Ibu & Bayi Meninggal di RSU Bulukumba

Gegara Dokter Main Hp, Ibu & Bayi Meninggal di RSU Bulukumba

Ibu & Bayi Meninggal di RSU Bulukumba –  Sambil menangis tersedu-sedu andi haris ishak mengeluhkan pelayanan dan dan tindakan dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sultan Daeng Radja. Betapa tidak, anak berserta bayi yang dikandungnya meninggal bersama.

Andi Haris Ishak menceritakan kronologi sehingga anak berserta bayi yang dikandungnya meninggal bersama, di akun Facebook pribadinya.

Dia menceritakan bahwa pada Kamis, 6 Agustus 2020, anaknya berangkat ke Klinik Yasira (RS Ibu dan Anak) untuk memeriksa kandungannya. Dari hasil pemeriksaan, kandungan anaknya tersebut sudah melewati hari bersalin, maka dirujuklah ke RSUD Andi Sultan Daeng Radja.

Kemudian anaknya masuk ke RSUD Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba dijemput perawat dan ditempatkan ruang bersalin. Setelah itu, kata Andi Haris Ishak, anaknya tersebut ditinggalkan tanpa ada tindakan yang dilakukan oleh dokter dan bidan. Padahal anaknya tersebut kandungannya sudah tidak normal, hasil keterangan dari Klinik Yasira.

Haris mengaku, bahwa satu malam terhitung sejak masuk di ruang persalinan, anaknya tidak didampingi oleh dokter dan bidan. “Jangankan dokter dan bidan, perawat pun tidak,” kata dia.

besoknya (7 Agustus), anak saya baru didatangi oleh bidan dan diinduksi (Rangsang). Artinya mau dikasi melahirkan normal, sementara kandungan sudah lewat harinya,” jelasnya.

Lanjut Andi Haris menceritakan, tak selang berapa lama, dalam ruang bersalin itu lalu terjadi kepanikan. Menantunya atau suami dari anaknya, sempat teriak dan histeris melihat kondisi sang istri.

“Saat itu barulah datang Dokter Rizal dengan pakaian yang tidak sepantasnya sebagai dokter yang akan menangani pasien saat darurat, dan juga sambil main handpone,” ujar Haris.

Duka pun menyelimuti ruangan itu. Tak berselang lama, Andi  Rasti Dwi Rahayu menghembuskan nafas terakhir. Begitu juga bayi yang ada dalam kandungan Andi Rasti dinyatakan meninggal dunia.

Padahal saat itu, menurut Andi Haris, sang bayi masih sempat hidup. Hanya saja tidak ada penanganan serius dari pihak rumah sakit untuk segera dikeluarkan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Suami anak saya meminta agar anaknya diselamatkan. Tapi dia mendengar jawaban yang tidak pantas. Apakah kamu rela istrimu dioperasi? Begitu kata dokternya,” tambah Haris.

Terpisah, Direktur RSUD Bulukumba, dr Abdur Rajab mengaku sudah dilakukan audit atas insiden yang terjadi tersebut.”Agak sulit memang kalau kondisinya begitu, karena ibunya kan sudah bermasalah. Sudah kami tindaki, dan itu merupakan Kejadian Luar Biasa,” kilah dr Rajab.

Lebih lanjut, Rajab mengatakan bahwa tidak benar kalau pasien tidak didampingi, pasalnya, untuk pemantauan denyut jantung janin dan kontraksi di pantau tiap jam. Tafsiran berat janin juga dalam batas normal 3458 gram (Hasil USG di RS Yasira), dikatakan bayi besar jika berat bayi lebih dari 4000 gram.

“Jika sekiranya ada hal yang ingin diklarifikasi langsung oleh pihak keluarga, pihak rumah sakit siap menfasilitasi,” tutup Rajab

Kehujanan Bisa Bikin Sakit kepala Mitos atau Fakta?

Kehujanan Bisa Bikin Sakit kepala, Mitos atau Fakta?

Kehujanan Bisa Bikin Sakit kepala, Mitos atau Fakta?

Kehujanan Bisa Bikin Sakit kepala, Mitos atau Fakta? Cuaca yang tidak menentu terkadang membuat kita bisa kehujanan di jalan. Apalagi kalau tidak sempat berteduh atau disaat kita mengendarai  motor.

Mau tak mau kita pun pasrah basah-basah untuk sampai ke tempat tujuan. Sebagian masyarakat percaya kalau basah-basahan karena hujan akan membuat kita sakit kepala. apakah itu mitos atau fakta?

Pernyataan itu akhirnya dibahas dalam sebuah forum di State College. Penelitian itu dibuat karena banyak hal rancu tengah dialami masyarakat tentang anggapan mana yang tepat.

Dilansir situs resmi Pennstates, selama studi ini, para profesor dari Common Cold Center Cardiff University mengumpulkan 180 sukarelawan selama musim hujan.

Dalam studi pertama, sukarelawan diinstruksikan untuk menempatkan kaki mereka di semangkuk hujan yang dingin selama 20 menit. Selanjutnya, 90 peserta lainnya diperintahkan untuk menempatkan kaki mereka dalam mangkuk kosong selama 20

Setelah beberapa hari, mereka mencatat bahwa hampir sepertiga atau 29% dari peserta yang merendam kaki di air hujan lebih berisiko sakit daripada yang tidak. Gejala yang mereka alami adalah tubuh mengigil, demam, nyeri-nyeri, bahkan flu.

Saat tahu adanya gejala tersebut, air hujan pun kandungannya diteliti lebih lanjut. Ternyata, air hujan banyak kuman yang bisa memicu penyakit. Kuman-kuman tersebut banyak muncul bersamaan dengan virus an bakteri. Jadilah saat kehujanan, Anda merasa demam, flu, sampai mengalami sakit kepala.

Pakailah sabun antiseptik untuk membunuh mikroorganisme yang ada di dalam air hujan. Selain membasahi badan, Anda juga diwajibkan keramas untuk menghilangkan risiko organisme yang menempel di kepala.

Air hujan, melansir Klikdokter, akan membuat suhu tubuh lebih dingin, terutama di daerah kepala. Tubuh berusaha mengeluarkan energi lebih besar untuk mengurangi rasa dingin. Inilah yang dapat memicu sakit kepala. Namun bila sistem imun tubuh kuat, kondisi tersebut tidak akan terjadi.

Kesengsem Pria Ngaku Polisi, Wanita Ini Diperas Rp 90 Juta dan Disetubuhi

Wanita Ini Tertipu Polisi Gadungan, Uang 90 Juta Lenyap Disetubuhi pulak

Wanita Ini Tertipu Polisi Gadungan, Uang 90 Juta Lenyap Disetubuhi pulak

Wanita Ini Tertipu Polisi Gadungan, Uang 90 Juta Lenyap Disetubuhi pulak – Memang cinta itu buta ya? ketika di mabuk asmara semua terasa indah. Tak peduli lagi seluk beluk jelas tentang si calon idaman tersebut.

Seperti yang terjadi dengan seorang wanita di Kota Madiun menjadi korban pemerasan pria yang mengaku polisi. Wanita itu memberikan uang Rp 90 juta ke pelaku.

Pelaku yakni Dea Ale Haryanto (38), warga Dusun Sendang Kidul, Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Sementara korban masih berusia 23 tahun.

“Si wanita yang sudah kadung kesengsem (menyukai) Daftar S128 percaya-percaya saja dengan semua yang dikatakan oleh tersangka,” ujar Kapolres Madiun Kota, AKBP Bobby Aria Perkasa kepada wartawan saat rilis, Selasa.

Menurut Bobby, kepada korban pelaku mengaku sebagai anggota Polda Jatim dengan jabatan Kasat Narkoba. Pelaku sering meminta foto bugil kepada korban.

Sehingga dalam operandinya, lanjut Bobby, pelaku mengancam akan menyebar foto-foto bugil tersebut jika tidak memberikan uang Rp 90 juta. Tersangka dan korban hanya berhubungan melalui aplikasi percakapan WhatsApp.

Keduanya hanya bertukar foto tetapi tidak saling melakukan video call. Pelaku hanya bermodal baju seragam yang dibeli dari toko.

“Jadi pelaku mengancam akan menyebarkan foto bugil jika (korban) tidak memberi uang. Dalam sepekan, sampai tiga kali korban mengirimkan foto bugil ke tersangka. Itu dilakukan dari Bulan Maret. Modalnya cuma seragam saja. Tersangka beli seragam. Kemudian mencari mangsa lewat Facebook. Ternyata dapat korbannya itu. Kemudian dapat bertukar nomor WhatsApp,” papar Bobby.

Bobby juga mengatakan, korban dan pelaku berkenalan melalui Facebook. Tersangka saat itu mengaku bernama Agung Pratama. Kemudian setelah akrab, pelaku mengatakan bahwa foto bugil korban bisa diseret ke ranah hukum.

“Bahwa seolah-olah tersangka tersandung masalah narkoba. Juga di handphone milik tersangka ditemukan foto bugil milik korban yang dapat diangkat ke ranah pidana. Kemudian tersangka dengan tipu muslihat menyuruh korban untuk menghubungi atasannya yang bernama AKP Hariyanto.

“Nah atasannya yang namanya AKP Hariyanto itu ya tersangka sendiri. Jadi punya dua akun WhatsApp. Sambil mengaku kasat, pelaku juga meminta melakukan hubungan intim dan berjanji bisa lolos dari jeratan hukum,” jelasnya.

Untuk proses penyelidikan, polisi juga mengamankan barang bukti dari korban. Yakni sebuah handphone merek iPhone, 3 screenshot obrolan WhatsApp dan satu bendel rekening koran BCA.

“Pelaku dijerat Pasal 45 ayat (4) jo Pasal 24 ayat (4)UURI I No 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas UURI No 11 Tahun 2008 tentang ITE atau Pasal 378 KUHP. Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4) dipidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” pungkasnya.

Curhatan Pekerja Hiburan Malam Yang Lima Bulan Tak Bekerja

Curhatan Pekerja Hiburan Malam Yang Lima Bulan Tak Bekerja

Curhatan Pekerja Hiburan Malam Yang Lima Bulan Tak Bekerja

Curhatan Pekerja Hiburan Malam Yang Lima Bulan Tak Bekerja – Tempat hiburan malam memang belum beroperasi hingga saat ini sebagai efek kebijakan pengetatan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Para pekerjanya pun mengeluh kesulitannya selama tak bekerja.

Mereka mengaku harus putar otak memikirkan bagaimana agar kehidupan mereka bisa berjalan. Salah satunya perempuan yang mengaku bernama Ami, seorang pelayan di sebuah kafe di Jakarta.

Ami mengaku sudah melakukan segala cara agar dapat membantu keluarganya. Bahkan tidak sedikit barang pribadi yang dia jual untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

“Lima bulan nggak kerja, udah apa pun saya lakukan kak, kan saya punya orang tua yang harus dikasih makan, adik saya,” kata Ami, di depan Balai Kota, Selasa.

“Sampai saya jual barang pribadi saya kak, bingung mau kerja apa lagi, saya nyambi jualan olshop juga,” lanjut Ami.

Sama halnya dengan Ica, dia mengaku tidak mendapatkan pemasukan sama sekali dalam lima bulan terakhir. Apalagi, dia harus hidup untuk memenuhi kebutuhan anak dan suaminya. disisi lain keluarga kita juga butuh makan.

“Saya nggak ada pemasukan sama sekali, apalagi saya punya anak dua, suami saya kan nggak kerja, saya yang bekerja selama ini. Ya sulit banget rasanya, bingung kita,” katanya.

Ica meminta Gubernur DKI Anies Baswedan melonggarkan kebijakan agar tempat hiburan juga dibuka lagi. Jadi mereka dapat kembali bekerja dan mencukupi kebutuhannya.

“Tolong Pak Anies, buka tempat usaha kita lagi, pikirin nasib kita. Kita juga perlu makan dan minum, Pak,” ujar Ica.

Cerita tak jauh berbeda disampaikan Anggun, yang bekerja sebagai perias LC, yang disebutnya sebagai ‘anak-anak’ di kafe Jakarta. Anggun merasa sulit menjalani kehidupannya karena tidak bekerja.

“Saya makeup aja sih, makeup anak anak, lima bulan ini nggak kerja sama sekali, bingung, Kak, harus bayar kontrakan, cicilan. Belum lagi anak,” jelasnya. simpanan juga lama-lama habis ini.

Anggun meminta Anies kembali membuka tempat hiburan malam. Dia mengaku iri terhadap sektor lain yang sudah dibuka. Kita siap mematuhi peraturan

“Kenapa yang lain udah dibuka, restoran udah dibuka tapi kita belum diizinkan Pak Anies, kita cuma minta buka tempat kita kembali,” ujar Anggun.

Mahasiswi Ini Tabrak Pemotor, 2 Tewas dan 1 Luka Parah

Mahasiswi Ini Tabrak Pemotor, 2 Tewas dan 1 Luka Parah

Mahasiswi Ini Tabrak Pemotor, 2 Tewas dan 1 Luka Parah

Mahasiswi Ini Tabrak Pemotor, 2 Tewas dan 1 Luka Parah – Kecelakaan maut kembali terjadi di Jakarta. Kali ini yang menjadi korban tiga orang, dua di antaranya meninggal dunia dan satu luka parah. Kecelakaan bermula saat seorang mahasiswi bernama Anjani Rahma Pramesti (23) menggunakan mobil dan menabrak tiga orang di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur pada Rabu pukul 23.45 WIB.

Polisi menyebutkan mahasiswi pengendara mobil Honda HR-V penabrak tiga pengendara motor di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, belum bisa memberikan keterangan. Mahasiswi yang juga karyawati bernama Anjani Rahma Pramesti, 23, itu diduga masih syok.

“Sementara belum bisa diperiksa, yang bersangkutan masih syok,” ujar Kanit Laka Lantas Polrestro Jakarta Timur AKP Agus Suparyanto, Kamis pagi.

Menurut Agus, mobil Honda HRV B 97 ARP itu dikendarai seorang mahasiswi bernama Anjani Rahma Pramesti (23) warga Jalan Otista III Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur.

Agus mengatakan penyelidikan polisi sampai saat ini belum sampai pada kesimpulan penyebab dari kecelakaan tersebut. “Nanti kita mintai keterangan dulu, setelah dia agak tenang,” katanya.

Anjani saat ini masih berada di ruang pemeriksaan Satlantas Polres Jakarta Timur usai diserahkan warga karena terlibat kecelakaan dengan pengendara motor. Agus mengatakan penyelidikan polisi sampai saat ini belum sampai pada kesimpulan penyebab dari kecelakaan tersebut.

Kemungkinan pengaruh alkohol atau narkoba pada Anjani, kata Agus, akan dibuktikan melalui Daftar Sbobet88 tes nanti.

“Rencana mau diperiksa dulu (tes urine). Mumpung dia masih di sini,” katanya

Mobil Anjani dilaporkan menabrak dua orang hingga tewas dan satu lainnya luka parah saat melaju di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Rabu  pukul 23.45 WIB.

Saat melaju dari arah utara ke selatan, mobil Anjani menabrak sepeda motor hingga pengendara dan penumpangnya tewas di tempat. warga langsung membawa anjani ke polsek untuk proses selanjutnya.

Selain itu, mobil Anjani juga menabrak satu orang lainnya yang sedang mendorong motor hingga menderita luka serius.

 

Banjir Bandang di Masamba Banyak memakan Korban

Banjir Bandang di Masamba Banyak memakan Korban

Banjir Bandang di Masamba Banyak memakan Korban

Banjir Bandang di Masamba Banyak memakan Korban – Kepala Kantor Basarnas Makassar Mustari menyampaikan, korban jiwa karena banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, telah mencapai 21 orang.

“Kemarin tim menemukan lima jenazah, sehingga jumlah korban meninggal dunia mencapai 21 orang,” ucap Mustari saat dikonfirmasi, Kamis

Selain itu, kata Mustari, petugas sedang melakukan pencarian terhadap 2 warga yang dinyatakan hilang.

“Pagi ini kami tim gabungan akan melakukan pencarian di Desa Radda dan Petambua serta di Kecamatan Baebunta,” paparnya.

Dia menambahkan, pencarian korban hilang dan meninggal akan berjalan lancar bisla cuaca bersahabat.

“Kendala yang dialami tim yaitu ketinggian lumpur masih 1 sampai 2 meter, data 2 orang yang dinyatakan hilang masih kita cari informasi keberadaannya,” terangnya.

Diinfokan sebelumnya, korban jiwa karena banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, bertambah tiga orang.

“Pagi ditemukan 2 korban, dan tim kembali menemukan 3 orang, sehingga jumlah korban meninggal dunia sekarang 19 orang,” tutur Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Rizal saat ditemui di lokasi, Rabu.

Dia menambahkan, tiga jenazah yang kembali ditemukan telah dievakuasi ke RSU Hikmah Masamba.

“Untuk jenazah kami serahkan kepada teman teman DVI Polri, sebab masih ada 3 jenazah yang belum diidentifikasi di RSU Hikmah. Untuk satu korban sudah dikebumikan,” tuturnya.

Selain itu, petugas masih melakukan pencarian kepada 23 orang dilaporkan hilang.

“Untuk korban yang sebelumnya terdata 56 orang setelah dikoordinasikan dengan BPBD didapatkan data untuk saat ini sebanyak 23 orang,” kata  Rizal.

Dari kedua titik tersebut, lalu dibagi masing–masing tiga tim. “Dalam pencarian ini kita terkendala dengan kedalaman lumpur yang mencapai 2 meter lebih, kendala kedua merupakan aliran sungai telah berpindah dari posisi sungai ke permukiman. sementara laporan warga ada warga yang tertimbun di rumah rumah warga,” jelas Rizal.

Selain itu, Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara Muslim Muchtar menyampaikan , terdapat 15.000 jiwa mengungsi akibat banjir bandang.

“Sesuai laporan warga yang melapor ke posko BPBD terdapat 23 warga hilang, ini data sementara. Korban yang mengungsi akibat banjir ini sebanyak 15.000 jiwa yang tersebar di beberapa titik posko. Rumah kerabat dan keluarga,” pungkas Muslim.

Polsek Sukoharjo menangkap pelaku curanmor yang meresahkan warga

Polsek Sukoharjo menangkap pelaku curanmor yang meresahkan warga

Polsek Sukoharjo menangkap pelaku curanmor yang meresahkan warga

Polsek Sukoharjo menangkap pelaku curanmor yang meresahkan warga – Makin maraknya kasus pencurian sepeda motor (Curanmor) di Pringsewu, terus diberantas jajaran aparat kepolisian. Kali ini Polsek Sukoharjo telah menangkap pelaku Curanmor Anas Bin Malik (22) warga Desa Mojokerto, Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah.

Selain Anas, Polsek Sukoharjo yang di-back up Tekab 308 Polres Tanggamus juga memburu seorang rekannya bernama Anton Wahyudi (38) juga warga Padang Ratu. Tersangka masuk kategori  pencurian dengan pemberatan (Curat) spesalis sepeda motor di wilayah hukum Polsek Sukoharjo.

Pelaku tidak mengenal tempat, sebab laporan terakhir korbannya Mei Yudi (28) warga Pekon Sukoharjo 1 Kecamatan Sukoharjo, ia kehilangan motor saat melaksanakan sholat magrib di Al-Hidayah Pekon setempat.

Bahkan dalam penggerebekan di Lampung Tengah, petugas berhasil mengamankan 1 HP Vivo V7, 3 unit sepeda motor jenis Matic hasil Curanmor, 1 Kunci Leter T, beberapa bekas swit kontak motor, plat nomor dan spion yang diduga dari kendaraan yang dicuri, spion sepeda motor yang diduga dari kendaraan yang di curi serta 1 body sepeda motor jenis honda revo.

Polsek Sukoharjo bergerak cepat

Atas laporan itu, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil Daftar Sbobet88 mengidentifikasi pelaku berada di Padang Ratu Lampung Tengah. Saat tim bergerak akhirnya berhasil menangkap Anas dan mengamankan handphone korban dan 3 unit sepeda motor.

Berdasarkan pengakuan Anas, petugas kembali begerak ke rumah Anton Wahyudi, sayangnya dia tidak berada di rumah, namun petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diduga hasil kejahatan.

“Tersangka Anas berhasil ditangkap saat berada di rumahnya, namun rekannya, Anton tidak ditemukan di rumahnya,” ungkap Iptu Deddy Wahyudi dalam keterangannya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM.

Menurut Iptu Deddy Wahyudi, saat ini tersangka dan barang bukti tersebut diamankan di Polsek Sukoharjo guna proses penyidikan lebih lanjut, sementara terhadap rekannya masih dalam pengejaran.

Dalam pengakuannya dihadapan penyidik, Anas menerangkan ia bersama rekannya Anton mengaku sudah beberapa kali melakukan pencurian sepeda motor di wilkum Polsek Sukoharjo.

“Sudah beberapa kali, namun tempatnya saya kurang paham. Yang terakhir itu di halaman masjid, motor ada handphone nya,” ucap tersangka di Mapolsek setempat.

“Atas perbuatannya, tersangka Anas dijerat pasal 363 KUHPidana ancaman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya.