Banjir Bandang di Masamba Banyak memakan Korban

Banjir Bandang di Masamba Banyak memakan Korban

Banjir Bandang di Masamba Banyak memakan Korban – Kepala Kantor Basarnas Makassar Mustari menyampaikan, korban jiwa karena banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, telah mencapai 21 orang.

“Kemarin tim menemukan lima jenazah, sehingga jumlah korban meninggal dunia mencapai 21 orang,” ucap Mustari saat dikonfirmasi, Kamis

Selain itu, kata Mustari, petugas sedang melakukan pencarian terhadap 2 warga yang dinyatakan hilang.

“Pagi ini kami tim gabungan akan melakukan pencarian di Desa Radda dan Petambua serta di Kecamatan Baebunta,” paparnya.

Dia menambahkan, pencarian korban hilang dan meninggal akan berjalan lancar bisla cuaca bersahabat.

“Kendala yang dialami tim yaitu ketinggian lumpur masih 1 sampai 2 meter, data 2 orang yang dinyatakan hilang masih kita cari informasi keberadaannya,” terangnya.

Diinfokan sebelumnya, korban jiwa karena banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, bertambah tiga orang.

“Pagi ditemukan 2 korban, dan tim kembali menemukan 3 orang, sehingga jumlah korban meninggal dunia sekarang 19 orang,” tutur Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Rizal saat ditemui di lokasi, Rabu.

Dia menambahkan, tiga jenazah yang kembali ditemukan telah dievakuasi ke RSU Hikmah Masamba.

“Untuk jenazah kami serahkan kepada teman teman DVI Polri, sebab masih ada 3 jenazah yang belum diidentifikasi di RSU Hikmah. Untuk satu korban sudah dikebumikan,” tuturnya.

Selain itu, petugas masih melakukan pencarian kepada 23 orang dilaporkan hilang.

“Untuk korban yang sebelumnya terdata 56 orang setelah dikoordinasikan dengan BPBD didapatkan data untuk saat ini sebanyak 23 orang,” kata  Rizal.

Dari kedua titik tersebut, lalu dibagi masing–masing tiga tim. “Dalam pencarian ini kita terkendala dengan kedalaman lumpur yang mencapai 2 meter lebih, kendala kedua merupakan aliran sungai telah berpindah dari posisi sungai ke permukiman. sementara laporan warga ada warga yang tertimbun di rumah rumah warga,” jelas Rizal.

Selain itu, Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara Muslim Muchtar menyampaikan , terdapat 15.000 jiwa mengungsi akibat banjir bandang.

“Sesuai laporan warga yang melapor ke posko BPBD terdapat 23 warga hilang, ini data sementara. Korban yang mengungsi akibat banjir ini sebanyak 15.000 jiwa yang tersebar di beberapa titik posko. Rumah kerabat dan keluarga,” pungkas Muslim.