Ambil Hikmah Di Balik Corona

Ambil Hikmah Di Balik Corona

Ambil Hikmah Di Balik Corona – Ternyata di balik penyebaran virus Corona (Covid-19) yang membuat masyarakat harus banyak berdiam diri di rumah dan membatasi interaksi sosial secara langsung, terdapat juga hikmah positif.

Kini masyarakat Indonesia tanpa disadari tengah melakukan percepatan transformasi digital untuk memasuki digital society atau masyarakat digital 5.0. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate.

“Kita harus mengambil sisi lain dari pandemi Covid-19, yakni percepatan transformasi digital, mendorong masyarakat memasuki Digital Society 5.0 seperti yang sudah dilakukan di Jepang. Sekarang kita tinggal memperkuat regulasi untuk memenuhi syarat memasuki era transformasi digital,” kata Jhonny.

Tugas pemerintah dan DPR, lanjut Jhonny, harus mempercepat proses legislasi payung hukum transformasi digital. Antara lain memprioritaskan penguatan UU Perlindungan Data Pribadi dan UU Kriminal Siber.

Lebih lanjut, Jhonny memaparkan sembari berjalan menuju Society Digital 5.0, pemerintah terus melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah-daerah terpencil hingga tataran desa.

Menurut dia, masih terdapat desa yang menjadi blackspot karena belum mendapat fasilitas jaringan internet. Jhonny mengatakan saat ini Indonesia tengah menghadapi fase krusial selama berhadapan dengan wabah Covid-19. Setelah melakukan tahapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kini Indonesia pun mulai menapaki kehidupan New Normal.

Untuk itu, menurut dia, pemerintah sangat memperhatikan kepentingan masyarakat dari sisi medis dan nonmedis.

“Situasi normal dibutuhkan untuk menjaga produktivitas masyarakat. Namun, di saat yang sama kita juga harus aman dari penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Pemerintah, ucap Jhonny, dalam menentukan langkah krusial ini sangat memperhatikan indikator-indikator kesehatan masyarakat sesuai dengan standar WHO. Di dalam situasi normal baru ini, ia mengimbau agar masyarakat harus bisa menjaga kedisplinan untuk tetap menjalankan protokol Kesehatan karena untuk kita sendiri dan orang lain.

Ia juga berharap agar tokoh-tokoh masyarakat dan ulama membantu pemerintah untuk mendorong agar masyarakat tetap disiplin selama masa normal baru. Sementara ilmuwan dan peneliti kesehatan juga didorong untuk terus bekerja keras supaya segera menemukan vaksin Covid-19.

“Keberhasilan kita untuk memangkas Covid-19 sangat ditentukan oleh keikutsertaan masyarakat secara disiplin. Di sini peran komunikasi pemerintah penting untuk memutus mata rantai Covid-19, bersama tokoh masyarakat, tokoh agama.

Peneliti-peneliti juga kami dorong untuk menggunakan keahliannya untuk menghasilkan vaksin Covid-19. Dan paling penting adalah media, dalam rangkan transmisi informasi, agar masyarakat tahu, paham dan menyetujui dan melaksanakan kebijakan yang diambil oleh pemerintah secara disiplin,” ujar Jhonny.

Keterlibatan TNI dan Polri

Webinar ini juga menghadirkan perwakilan parlemen sebagai narasumber. Ketua Komisi I DPR RI Meutia Hafiz menerangkan pentingnya keterlibatan TNI dalam kepentingan masa normal baru. Sesuai dengan salah satu tugas pokok TNI yaitu membantu pemerintah dalam penegakan protokol kesehatan di masa pandemi. Aparat TNI akan dilibatkan dalam masa normal baru untuk membantu masyarakat beradaptasi.

“Jangan kaget nanti kalau banyak aparat TNI ditemukan di lapangan. Bukan untuk menakut-nakuti warga, tapi membantu pemerintah dalam hal mendisplinkan masyarakat. Yang tidak pakai masker akan ditegur, yang berkerumun akan dibubarkan oleh TNI”, ujar Meutia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR Adies Karding juga menjelaskan peran Polri dalam menegakkan keadilan dan menegakkan peraturan mengenai protokol masa normal baru. “Selama vaksin belum ditemukan, kita akan menjalani masa normal baru. Tugasnya kepolisian untuk mengatur dan harus memastikan aturan yang dibuat pemerintah berjalan maksimal,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *