Cara Membangun Hubungan yang Lebih Baik dengan Orang Tua

Cara Membangun Hubungan yang Lebih Baik dengan Orang Tua.Masalah dalam hubungan orang tua dan anak adalah hal yang lazim terjadi. Anda memiliki keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan orang tua? Tenang saja, Anda tidak sendirian. Membangun hubungan yang lebih baik dengan orang tua memang tidak mudah, terutama jika Anda masih mengedepankan ego dan enggan berkompromi. Beberapa langkah yang perlu Anda lakukan adalah: mengenali masalah utama dalam hubungan Anda dengan orang tua, menjalin hubungan yang lebih dewasa dengan mereka, dan berfokus untuk mengubah pola pikir dan perilaku Anda di sekitar mereka. Baca terus artikel ini untuk mengetahui penjelasan lebih lengkapnya! yang telah kita rangkum dalam acelaw.net

yang disupport oleh Poker77 IDN

Mengubah Diri Anda

 

v4 460px Stop Your Parents from Fighting Step 2 Version 3 - Cara Membangun Hubungan yang Lebih Baik dengan Orang Tua

Tunjukkan inisiatif Anda.

Jangan menunggu orang tua Anda yang berinisiatif untuk memperbaiki hubungan. Jika Anda ingin membangun hubungan yang lebih baik dengan mereka, tunjukkan inisiatif Anda segera![1]

Tunjukkan penghargaan Anda.

Pertimbangkan segala hal yang telah mereka lakukan untuk Anda; segala bantuan mereka, serta segala hal yang mereka lakukan dan memengaruhi pola pikir Anda. Anda pasti akan merasa lebih bersyukur dan semakin termotivasi untuk memperbaiki hubungan setelahnya. Anda juga akan terdorong untuk mau lebih berkompromi dan memaafkan ketika mereka membuat Anda kesal.[2]
  • Beri tahu mereka bahwa Anda menghargai segala hal yang telah mereka lakukan. Merasa tidak dihargai itu menyakitkan; jangan biarkan orang tua Anda merasakannya.
  • Tunjukkan penghargaan Anda lewat tindakan. Belikan barang-barang yang mereka inginkan atau – jika Anda masih tinggal bersama mereka – bantu mereka membersihkan rumah atau mencuci baju tanpa diminta. Tindakan sesederhana itu pun sudah cukup membuat mereka bahagia.

Berpisahlah secara emosional dengan orang tua Anda.

Bukan berarti Anda tidak boleh lagi memedulikan atau menyayangi orang tua Anda. “Berpisah” di sini berarti tidak lagi terlalu terikat secara emosional dengan orang tua Anda. Ini perlu Anda lakukan untuk mengurangi perdebatan dan ketidaksepakatan dengan mereka. Mengurangi keterikatan emosi juga mempermudah Anda untuk melepaskan diri dari sebuah situasi tanpa perlu menyakiti siapa pun. Ada dua hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi keterikatan emosional dengan mereka:[3]
  • Tidak perlu selalu meminta izin kepada mereka. Definisikan diri Anda dan buatlah keputusan berdasarkan pemahaman Anda sendiri.
  • Akui masa lalu Anda dan berusahalah melanjutkan hidup. Hubungan Anda dengan orang tua di masa lampau mungkin tidak terlalu baik. Ingat-ingat pengalaman buruk tersebut dan cobalah menilai peran Anda selama ini. Namun jangan pernah membiarkan pengalaman buruk tersebut menguasai hidup Anda dan mendefinisikan hubungan Anda ke depannya.[4]

Terimalah perspektif mereka.

 Sering kali, masalah dalam hubungan muncul ketika salah satu pihak tidak mau memahami perspektif pihak lainnya. Cobalah berempati kepada orang tua Anda dan pahami alasan di balik sikap-sikap mereka; niscaya Anda akan lebih mudah berkompromi dan memperbaiki hubungan dengan mereka.[5]
  • Terimalah kenyataan bahwa orang tua Anda memang berbeda. Mereka tumbuh di generasi yang berbeda, menganut norma sosial yang berbeda, dikelilingi oleh teknologi yang berbeda, menerima pola asuh yang berbeda, dan memiliki pola pikir yang tentunya juga berbeda.[6] Pikirkan bahwa cara mereka menjalani hidup pastilah sangat berbeda dengan cara Anda menjalani hidup. Sadari bahwa segala perbedaan tersebut mampu menimbulkan masalah dalam hubungan Anda dan mereka.
  • Sisipkan pengetahuan tersebut ketika sedang berdiskusi dengan mereka. Ingatkan mereka bahwa zaman sudah berubah; mintalah mereka untuk mengingat-ingat hubungan mereka dengan orang tua mereka. Amati apakah mereka pernah mengalami masalah akibat adanya perbedaan “generasi” dengan orang tua mereka.
  • Jika hubungan Anda memburuk karena mereka melarang Anda berlibur berdua besama pasangan, cobalah mengingatkan mereka bahwa orang-orang di generasi mereka memang cenderung lebih konservatif. Zaman sudah berubah, situasi sudah berubah, dan faktanya kegiatan berlibur berdua dengan pasangan adalah hal yang umum dilakukan saat ini.[7]